Monday, December 13, 2010
Baek Seung Jo Diary - Part 5b
Bagaimana menjalani hidupku, bagaimana hidup seharusnya dijalani,
suatu pertanyaan yang tidak bisa mednapatkan
jawaban yang memuaskan bahkan bagi orang dewasa.
Tapi anak ini sebenarnya mengatakan padaku itu,
jelas ada satu hal yang harus aku lakukan,
dengan otak cerdas, aku harus menggunakan untuk orang lain.
Untuk pertama kalinya,
Aku benar-benar melihat orang lain selain diriku sendiri.
"Lakukan yang terbaik untuk tes, Baek Seung Jo jjang!"
Hanya beberapa kata, aku menerima kepercayaan dari anak ini.
Kepercayaan dari anak ini selalu berhasil melepaskanku.
Lihat dunia ini baik-baik,
temukan hal yang benar-benar ingin kau lakukan.
Melambaikan tangan tanpa menoleh,
sepertinya aku tidak peduli, apa kau mengerti?
Tindakan ini punya banyak arti.
Benar, Ha ni-ah, kau harus sukses dalam ujianmu juga, jangan gagal!
Ha ni-ah, kau juga harus melakukan yang terbaik!
Benar-benar berterima kasih padamu untuk semalam,
untuk buburnya,
garpu atau
kata2 Baek seung jo jjang.
Perhatian hangat darimu bisa membuatku bangkit
jauh lebih baik daripada angin dingin yang bertiup ke wajahku.
Beruntung, benar-benar beruntung!
Tidak menyerah meskipun sudah melalui semua itu.
Bahkan tetap teguh untuk interview,
setelah beberapa hari tersiksa, akhirnya selesai.
Siput Nuh, Oh Ha Ni!
(Cerita siput Nabi Nuh yang terus berjuang untuk masuk bahtera sebelum air bah melanda, dan akhirnya berhasil masuk dengan selamat)
Terima kasih karena menempuh badai dan terus maju,
terima kasih untuk doamu demi kesuksesan orang lain
terus sejak semula.
Wanna say thanks to reena29shadow
Baek Seung Jo Diary - Part 5a
Oh Ha Ni benar-benar berani!
Masuk ke dalam kamar anak lelaki usia 19 th yang berdarah panas!
Sistem Baek Seung Jo jenius menggoda Oh Ha Ni yang bodoh dimulai!!
Hahahahaha!!!
Mengapa aku selalu terdorong untuk menggodanya
setiap kali aku melihatnya?
Akhir-akhir ini aku mulai berpikir dia benar2 menarik!
"Tidak ada orang dewasa di rumah, bagaimana ini?!"
Seolah-olah benar2 terjadi sesuatu, aku bicara dengan suara yang berat.
Anak ini yang tidak tahu apa-apa,
dia pasti sangat syok.
Mendengar debaran jantungnya dari dalam dada seperti bunyi drum,
thump! thump!
Tapi, sebenarnya aku yang memulai ini untuk menggodanya,
mengapa jantungku juga berdebar begitu kencang?
Tangan yang kutangkap,
milik siapa ini, mengapa terasa panas sekali.
Seperti itu!
Saat aku menggendongmu di punggungku ketika kau mabuk,
suara debaran jantung yang datang dari belakangku,
ini kali pertama dalam hidupku aku merasakan tubuh seorang wanita.
Semua sentuhan lembut itu, aku tidak bisa apa-apa kecuali mengatakan
semua kata-kata keras untuk mengurangi perasaan tidak enak ini.
"Kau benar2 penuh taktik, apa lagi yang kau inginkan di masa mendatang?"
Sama seperti saat kita pergi ke pantai,
ketika aku mengomentari kalau kau terlihat seperti anak SD,
bahumu diterpa sinar matahari,
lengan pucatmu dan kakimu yang bersinar.
Tapi, aku tidak tahu kalau gurauan kecil itu
seperti ini adalah serius bagimu.
Akhir-akhir ini,
merasa sangat bingung seperti bukan aku lagi.
"Disini, akan mulai berdebar kalau kau menemukan sesuatu yang kau sukai!"
"Bahkan sampai sekarang, jika ayahku mencium aroma mie basah,
jantungnya juga akan mulai berdebar!"
Kata-kata Ha Ni menyerangku badai kilat. Apa yang sebenarnya aku sukai?
Apa ada sesuatu yang membuat jantungku berdebar seperti ini sebelumnya?
Sepertinya sampai sekarang,
tidak ada sesuatu yang membuatku tertarik atau benar-benar kusukai.
Selalu lebih mudah buatku untuk belajar daripada orang lain,
selalu bisa menguasai taktik olah raga dengan amat cepat,
jadi aku bisa mempelajari segalanya dengan sangat cepat,
jadi tidak ada yang susah bagiku.
Karena keluargaku, aku bisa mendapat segala yang aku inginkan dengan mudah.
Ini untuk pertama kalinya aku memikirkan sesuatu seperti ini.
Aku benar2 iri dengan anak ini yang mencoba masuk ke Universitas untuk
menemukan hal-hal yang ingin ia lakukan.
Untuk aku, yang tumbuh besar tanpa impian,
Aku kecewa dengan diriku sendiri.
Wanna say thanks to reena29shadow
Baek Seung Jo Diary - Part 4c
Oh Ha Ni
Apa ada batasan untuk tubuh sibukmu?
Dengan kau Ha Ni sebagai permulaan, lalu kedua temanmu,
sekarang bahkan seluruh kelasmu?
Apa yang ada dalam otakmu,
yang memberikan ide membawa begitu banyak orang ke rumah kami?
Meskipun aku menolak karena aku lelah,
tapi melihatmu yang menggosok tanganmu dan memohon padaku,
Aku merasakan ketulusanmu, tidak bisa mengabaikannya akhirnya.
Oh Ha Ni!
Apa itu yang ingin kau lindungi?
Siapa yang memberimu cinta seperti ini?
Hal yang tidak kumiliki, mengapa kau memilikinya...,
mengapa aku harus mengajar kelas 7 yang tidak ada
urusan denganku...Benar-benar tidak mengerti
Oh Ha Ni
Lihat betapa kuatnya kau.
Bisa membuatku seperti ini...
"Karena aku pintar, aku juga pintar memasak!"
Sebenarnya aku mengatakan itu sengaja agar kau mendengarnya.
Jika demikian, Joon Gu yang seperti orang bodoh, dia seharusnya juga lumayan pintar.
Seberapa enak teokbokki buatan-nya,
memujinya seperti tidak ada hari esok saja.
Kau benar-benar lucu ketika kau jatuh dalam jebakanku.
Melemparkan batu ke arah Oh Ha Ni.
"Bereskan! Bersihkan kompor!"
Wajahnya ketika dia ngomel karena
dia tidak bisa makan satu suap pun,
tidak suka melihatnya.
Kau selalu membuat hatiku berdebar,
aku benar-benar tidak menyukaimu.
Aku menyembunyikan perasaanku lagi hari ini,
ini benar-benar sangat membuat frustrasi.
Wanna say thanks to reena29shadow
Baek Seung Jo Diary - Part 4b
Aku ingin menggodanya setiap kali aku melihatnya.
Bergetar karena sentuhan lmbut, reaksinya sangat menarik.
Setiap disentuh, akan terbuka seperti musim semi, sungguh menakjubkan.
Tadi marah, dan kemudian tersenyum,
kombinasi dari berbagai macam emosi.
Ha Ni seperti anak kecil.
Apa artinya dengan melempar kaus kaki, aku ingin tahu,
tapi dia sangat panik. Lebih cepat dari kelihatannya?
Bahkan orang bodoh pun akan tahu...kekeke
Lari dan jatuh lagi dan lagi,
tersenyum dan lari seperti ini untuk pertama kalinya,
kalau dia ada, aku akan tersenyum sesekali.
Aku akan mengatakannya lagi, hanya sesekali.
Karena perintah ibu,
aku harus membawakan air untuknya
Hal menakutkan hampir terjadi,
hatiku masih berdebaran sampai sekarang,
dan paman yang merasa jatuh dalam neraka saat itu.
Maaf! Maaf! Ha Ni akan menangis jika diteruskan lagi.
Jadilah seperti itu,
dua orang ini adalah dua orang yang bukan keluargaku,
bukan dua orang yang tidak merasakan bahaya.
Benar-benar menyentuh hatiku.
Mungkin jika Ha Ni benar-benar celaka,
paman tidak akan bisa hidup lagi...
Apa yang akan terjadi padaku? Aku...
Bodoh!
Oh Ha Ni! Kau benar-benar bodoh.
Kau tidak bisa berenang dan
kau tetap lompat ke dalam air seperti ini,
kesulitan, kesulitan tanpa henti,
meskipun terus saja menyiksanya dengan semua kata-kata keras,
tapi dalam hatinya,
kenyataan kalau dia bersedia mati untuk melindungi,
keinginan seperti ini terasa sedikit berat
Bong Joon Gu, Oh Ha Ni, kedua orang ini mirip.
Untuk melindungi orang yang mereka cintai,
untuk melompat kedalam api.
Konsentrasi untuk lari dengan segenap hati mereka.
Seperti orang bodoh...
Apa yang sebenarnya ingin kau lindungi?
Apa itu yang sungguh ingin kau lindungi?
Wanna say thanks to reena29shadow
Baek Seung Jo Diary - Part 4a
Ini konyol.
Apa yang ia pikirkan dan membawa foto itu ke sekolah?
Apa dia ingin sekali dihubungkan denganku?
Dan juga mengapa ibu menerbitkan foto ini di blog...
Bahaya umum Oh! Ha Ni!
"Ya, Baek Seung Jo bukankah dia lucu?
Pura-pura sombong, benar, mulai beberapa waktu lalu.."
"Tapi mengapa harus Oh Ha Ni? Si bodoh itu..."
"Seharusnya? Jangan bilang mereka berdua sudah"
"Tapi Oh Ha Ni, bukankah dia pacaran dengan Bong Joon Gu?"
"Jadi Baek Seung Jo yang merebut darinya?"
Suara bergumam dimana-mana, seluruh sekolah seperti sarang lebah,
setiap kali aku lewat,
tidak mencari tahu dulu dariku kebenarannya,
gosip itu semakin besar seperti bola salju,
mereka bahkan tidak tahu apa yang terjadi dan
tapi bergosip terus,
Aku benci itu, aku seperti di selokan sekarang...
Oh Ha Ni! Menyebalkan!
"Berhenti bersikap seperti ini"
"Aku paling tidak suka orang sepertimu"
"Bodoh, tidak mengerti situasinya
tapi bersikap seolah-olah tahu segalanya"
Dengan dingin, melampiaskan semua amarah yang terkumpul,
sebenarnya tidak semuanya ditujukan pada Ha Ni, hanya saja
ada banyak hal yang membuat frustrasi,
aku hanya mencari pelampiasan kemarahanku.
Jadi..jadi..
Hanya saja, ketika aku melihat sorot putus asa dalam mata polosnya,
Aku memalingkan muka.
"Bukan itu, tapi aku."
"Seung Jo pasti akan berpikir kalau aku sengaja melakukannya"
"Sepertinya dampaknya sangat besar"
Mendengar suara yang aku benci,
suara yang membuatku sakit kepala terdengar lewat jendela.
Bodoh...
Mengapa aku tidak langsung marah?
Ketika teman-temannya ada...betapa memalukan
Mengapa kemarahanku bisa timbul tiba-tiba,
langsung memarahi seperti itu, tidak bisa mengendalikan-nya...
Aku tidak pernah sekejam ini pada seseorang sebelumnya.
Ditemani sinar bulan yang menerobos masuk ke kamar,
aku mendengar suaranya.
Suara sedih yang datang bersama angin
Wanna say thanx to reena29shadow
Saturday, December 11, 2010
Baek Seung Jo Diary - Part 3c
Ha Ni yang kakinya terluka jalan ke ruang tengah,
merasa malu, dan melakukan yang terbaik dalam segala hal,
meskipun tidak ada yang bisa ia lakukan dengan baik.
Ibu cuma pergi ke sekolah dan itu membuatnya sangat bahagia,
tersenyum dan berkata kalau ia merasa sangat beruntung,
membuatku berpikir tentang hari2 spi yang
sudah ia lalui tumbuh besar tanpa seorang ibu,
ini membuat hatiku tiba-tiba merasa sakit.
Sebelum aku mengenalnya, bagaimana ia menjalani hidupnya?
"Bi, Bi, Bong, Bong" Dia melambaikan tangan, menggoyang pantatnya,
menari, tapi mengapa anak ini sangat manis?
Pagi ini, ketika ia mengenakan kostum Bong Bong,
berkeringat di mana-mana tapi tetap memberi semangat untuk yang lain, apapun yang terjadi,
dia juga akan melakukan yang terbaik membuatku mulai merasa kalau ia manis.
Saat itu aku tidak sadar,
hatiku sudah maju satu langkah.
"Manis sekali!" tapi hatiku sekali lagi
mengambil alih sisi rasionalku,
Aku bilang : "Turun dan membantu sana!"
Meskipun aku ingin minta dia istirahat karena
kakinya, tapi sisi lain dalam diriku memintanya pergi membantu ibu.
"Jika kau tidak ingin meninggalkan rumah kami!"
Puji Tuhan, dia tidak menyadari.
Kalau itu sudah mencairkan sedikit, hatiku yang beku.
Wanna say thanks to reena29shadow
Baek Seung Jo Diary - Part 3b

Benarkah?
Sejak kapan, sedikit demi sedikit, anak ini mulai terasa seperti keluarga?
Saat aku tahu kalau ternyata anak ini yang
main-main denganku.
Aku tidak tahan kecuali mencubit wajahnya,
saat aku mencubitnya, aku merasa sedikit panik.
Aku tidak terbiasa membuat kontak badan dengan orang lain,
tapi mengapa aku bisa mengulurkan tanganku
dengan alamiah kali ini.
Seperti mulai menerima gurauan dari Eun Jo?
Sambil teriak kesal, wajahnya jadi jelek,
tapi saat itu, aku sebenarnya berpikir ia jadi sedikit manis.
"Pu"takut kalau aku akan ketawa,
aku cepat-cepat berbalik agar ia tidak melihatku,
dan saat ini, aku sadar hati kami jadi semakin dekat lagi!
Sepertinya angin musim gugur mulai bertiup.
Saat aku memutuskan untuk menggendong Oh Ha Ni, si Bong Jun Gu ini
mendahuluiku, tidak tahu kenapa tapi aku merasa sedikit marah.
Aku jelas tidak punya rencana menggendongnya.
Tapi bagaimanapun, aku masih berpikir kalau Ha Ni,
yang mengacaukan hidupku sangat menjengkelkan.
Ketika aku melihat mereka berdua saling berpelukan
saat mereka menang tarik tambang,
"Apa ini, situasi apa ini?"
Hatiku sedikit sakit.
Mengapa? hati ini rasanya seperti diikat oleh sesuatu,
seperti ada halilintar di langit musim panas,
perasaan jadi tidak enak secara mendadak.
Ini sama sekali tidak ada hubungannya denganku!

Ini pertama kalinya, bekerja keras untuk sesuatu.
Melihat Bong Jun Gu yang teriak keras
sekali karena marah,
perasaanku jadi berubah lebih baik.
Kepala labu Oh Ha ni ini yang memberikan tongkat padaku,
meskipun tidak masuk akal,
tapi hati ini tetap sama,
mengapa ini membuatku merasa senang?
Akhir-akhir ini, kalau kami bertemu tapi pura-pura tidak melihat,
Aku tidak tahu mengapa,
tapi rasanya seperti sesuatu yang mengikat hatiku.
Wanna say thanks to reena29shadow
Subscribe to:
Posts (Atom)






