Christmas Celebration Crown of Glory 2013

1 Petrus 1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmatNya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan

happy "gowasa" family

Efesus 3:16 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu

Beloved Family - Wisuda 2013

1 Yohanes 2:15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu

Wisuda UIB Tahun 2013

Matius 19:30 Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu

Mom, dad, and me

1 Petrus 1:3 Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk diatasnya. Dari hadapanNya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya

Showing posts with label Haus Firman. Show all posts
Showing posts with label Haus Firman. Show all posts

Tuesday, March 11, 2014

Ubah Saya untuk Lebih Mengasihi (Reduce Me to Love) - Joyce Meyer (Part I)

Yupz, saya tertarik untuk merangkum beberapa hal penting dari buku Joyce Meyer yang berjudul Ubah Saya untuk Lebih Mengasihi (Reduce Me to Love). Buku ini dipinjamkan oleh ko Denny hari Minggu kemarin. Buku ini mengajarkan banyak hal mengenai KASIH.

Joyce Meyer telah mengajar Alkitab sejak tahun 1976 dan menjadi pendeta purnawaktu sejak tahun 1980. Life In The Word merupakan siaran radiao yang dibawakan oleh Joyce, terdengar sampai ke luar Missouri dan siaran televisinya ditonton para pemirsa di seluruh dunia. Ia mengadakan perjalanan untuk berbagi kasih yang telah mengubah hidupnya dalam konferensi-konferensi Life In The Word dan gereja-gereja lokal.
Joyce dan suaminya, Dave, adalah pasangan yang dikaruniai empat orang anak. Mereka tinggal di Fenton, Missouri, daerah pinggiran kota St. Louis.

Saya merangkung salah satu buku Joyce Meyer dengan harapan saya juga dapat menebar benih KASIH melalui dunia maya. Rangkuman ini saya bagi menjadi beberapa part mengingat buku ini mencakup banyak hal luar biasa yang saya dapatkan. Sembari saya membacanya, saya akan berusaha meluangkan waktu untuk membagi satu-persatu apa yang saya dapatkan dari buku ini. Selamat membaca ^^ Tuhan Yesus memberkati.



~ UBAH SAYA UNTUK LEBIH MENGASIHI ~

1 Kor 12:31
Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama (karunia-karunia yang lebih tinggi dan paling terpilih). Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi [jalan yang benar-benar lebih baik dan paling tinggi-kasih].
1 Kor 13:13
...iman, pengharapan dan kasih....dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.
HENDAKLAH TERANGMU BERCAHAYA

Yohanes 13:34,35
Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-muridKu, yaitu jikalau kamu saling mengasihi [jika kamu terus saling menunjukkan kasih].
Ada saatnya ketika saya ingin dikenal sebagai pelayan yang berpengaruh, orang yang sukses dan terkenal. Akhirnya saya menyadari bahwa kekuatan dan kesuksesan sebenarnya adalah kasih.

~ YANG PALING BESAR DI ANTARANYA IALAH KASIH ~

1 Kor 13: 1-3
Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusa dan [bahkan] bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih (devosi yang nyata dan diniatkan seperti yang diinspirasikan oleh kasih Allah untuk dan di dalam diri kita), aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat (anugerah untuk menginterpretasikan kehendak dan maksud suci) dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih (kasih Allah yang ada di dalam diriku), aku sama sekali tidak berguna.
Sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku [dibagi-bagikan keapa orang-orang miskin], bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih (kasih Allah di dalam diriku), sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.
~ ANDA TIDAK DAPAT MEMBERI SESUATU YANG TIDAK ANDA MILIKI ~

1 Yoh 4:19
Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.
MEMBERIKAN APA YANG ANDA MILIKI

1 Yoh 4:10,11
Inilah kasih itu, Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian (pengorbanan untuk penebusan dosa) bagi dosa-dosa kita.
Saudara-saudaraku yang terkasih, jikalau Allah sedemikian [sangat] mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.
Hal-hal kecil sering dipandang sebagai sesuatu yang tidak penting, tetapi dalam kenyataannya hal-hal kecil itu sebenarnya sangat penting. Saya telah menemukan bahwa hal-hal kecil merupakan bumbu kehidupan.
Kita membuat kesalahan jika kita hanyan tertarik pada hidangan utama (hal-hal besar). Hidangan utama tanpa bumbu akan terasa lunak, hambar, dan tidak menarik.

KASIH MERUPAKAN GARAM KEHIDUPAN

Matius 5:13
Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar (kekuatan, kualitasnya), dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
Suatu hari bisa begitu menggairahkan jika kita melihat diri kita sendiri sebagai perantara rahasia Allah, yang menunggu dalam kegelapan untuk menambahkan sedikit garam kepada semua kehidupan tawar yang kita hadapi.
Sebagai contoh, kita mungkin melihat seorang perempuan di belakang meja restaurant cepat saji yang terlihat tidak gembira, capek dan marah. Kalimat sederhana yang mungkin dapat dikatakan, "Rambut Anda sangat indah," dapat membumbui hari perempuan itu.

~ MENGASIHI DENGAN KATA-KATA ~

Amsal 12:18
Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan.
Penting bagi kita untuk mempelajari cara menggunakan kata-kata untuk menjadi berkat, menyembuhkan, dan menguatkan serta tidak untuk mengutuk, melukai, dan menghancurkan.

Efesus 4:29
Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia (kemurahan hati Allah).
Mempercayai orang-orang terbaik dan mengucapkan kata-kata yang menguatkan mereka merupakan salah satu cara mengasihi mereka.

Camkan kata-kata ini dan kemudian pikirkan bagaimana Anda merasakannya:
Jelek         Bodoh          Gagal          Tidak mampu          Lamban         Canggung         Putus Asa

Sekarang rasakan kata-kata berikut:
Menarik          Cerdas          Penuh harapan         Diberkati         Kreatif          Berbakat         Ditahbiskan

Pelajari kekuatan kata-kata:
Amsal 12;25
Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.
Amsal 15:23
Seseorang bersukacita karena jawaban yang diberikannya, dan alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya!
Amsal 16:24
Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.
Amsal 18:21
Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.
MEMBUAT KASIH SEBAGAI KEBIASAAN

Ibrani 10:24
Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong (mendukung dan menyemangati) dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.
Lebih gampang menemukan sesuatu yang salah dalam diri setiap orang, tetapi kasih menutupi sejumlah besar dosa:

1 Petrus 4:8
Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa [mengampuni dan peduli dengan sakit hati orang lain].
Kasih tidak mengekspos kesalahan; kasih menutupinya.

JAGA MULUT ANDA!

Matius 12:36
Tetapi aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.
Pilihlah kata-kata Anda dengan hati-hati. Ingat, kata-kata merupakan benih; tempat mengisi keuatan. Kata-kata yang menghasilkan tuaian yang baik atau tuaian yang buruk dalam hidup Anda dan dalam hidup orang-orang yang Anda kasihi.

~ MENGASIHI DENGAN BARANG-BARANG MATERI ~

1 Yoh 3:17,18
Barangsiapa mempunyai harta duniawi (sumber untuk menopang hidup) dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?
Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan [hanya] dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran (dalam tindakan dan dalam ketulusan).
Banyak orang menyukai barang-barang dan menggunakan sesamanya untuk mendapatkannya. Allah menginginkan kita untuk mengasihi sesama dan menggunakan barang-barang untuk menjadi berkat bagi mereka. Berbagi barang-barang yang kita miliki dengan sesama merupakan salah satu cara untuk mewujudkan kasih dari "topik pembicaraan di atas pentas" menuju "wujud di atas pentas."

Amsal 3:28
Janganlah engkau berkata kepada sesamamu: "Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi," sedangkan yang diminta ada padamu.
Dalam proses memberi, kami menemukan bahwa kami tidak harus mempunyai uang untuk menjadi jalan berkat bagi orang lain.

2 Kor 8:23
Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka.
Memberi benda-benda yang tidak kita inginkan atau perlukan lagi adalah baik, tetapi kita seharusnya juga memberi benda-benda yang masih layak, dan benda-benda yang kita miliki kita gunakan sebagai sarana untuk memberi.
Keluarlah dari zona nyaman dengan pemberian Anda.
Mengapa kita harus memberi sampai menyakitkan diri? Yesus melakukannya saat ia bersedia wafat di salib bagi dosa-dosa kita, dan saya ingin melakukannya seperti Dia, bukan? Seperti pepatah: "TIDAK SAKIT, TIDAK ADA YANG DIPEROLEH."

KASIH BUKAN DUNIA

1 Yoh 2:15
Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
Jika kita mengasihi orang-orang, Allah dapat mengganti benda-benda, tetapi kia kita mengasihi benda-benda secara berlebihan, kita mungkin akan kehilangan orang-orang yang tidak dapat tergantikan.

Menjadi jalan berkat bagi orang lain seharusnya menjadi tujuan utama kita dalam memberi.

Mulailah menggunakan apa yang Anda miliki menjadi berkat, dan sumur Anda tidak akan pernah kering.

Jika Anda hidup untuk memenuhi kebutuhan dan membuat orang lain bahagia, Anda akan menemukan "sukacita yang tak terkatakan" sedang berlangsung (lihat 1 Petrus 1:8).

~ continue ~


Wednesday, April 17, 2013

Menjadi Worship Leader, for "the first time" ??


Wah, seru rasanya menjadi WL untuk yang pertama kalinya :D sebenarnya bukan yang pertama kali sih, tapi yang kedua kali. Hanya saja yang pertama kali itu sudah sangat lama berlalu, bulan yang sama, April tahun 2011. Jadi bagi saya, ini tetap yang pertama kali. Waktu itu dipilih jadi WL, jujur saya merasa sangat tidak siap. Tapi kali ini saya memang menantikannya. Menjelang hari H malah semakin gugup. Setiap hari saya selalu menyanyikan dan menghafal lagu-lagu yang nanti akan dibawakan di ibadah malam. Mencoba berbicara- berpidato sendiri, mengucapkan syukur setiap hari, bernyanyi sambil berimajinasi kalau saya sedang berada di depan para jemaat lainnya. Wahh... sensasi yang luar biasa :)


Menjadi WL bukanlah suatu hal yang mudah, mengingat kita diberi tanggung jawab untuk bisa membawa para jemaat merasakan kehadiran Tuhan, membuat hati mereka benar-benar fokus dan merasakan jamahan kasih Tuhan. Kalau WL sendiri tidak merasakannya, bagaimana mungkin jemaat bisa merasakannya?
Ada pula aturan-aturannya dimana WL setidaknya harus menguasai lagu-lagu dan teknik penyampaian lagu serta narasinya, pengkodean kepada pemusik dan juga bagaimana membawa situasi agar sesuai dengan tema lagu yang dibawakan. Selain itu, kerja sama tim pelayan antara WL, singers, pemusik, dan MMP (multimedia player) sangat dibutuhkan. Intinya adalah harus benar-benar merasakan keintiman dengan Tuhan.


Hari H, yaitu tgl 14 April 2013 kemarin, ibadah malam yang kami bawakan berjalan lancar. Jujur, saya merasa sangat gugup,...gugup setengah mati. Kadang lupa lirik, kadang lupa ayat yang mau dibacakan. Tapi semakin saya berserah, setelah berusaha menenangkan diri, akhirnya saya bisa mengendalikan emosi saya dengan baik. Semoga ini bukan yang terakhir kalinya, saya sangat bersyukur Tuhan mau memakai saya sebagai salah satu pelayanNya. Terus belajar dan terus membangun hubungan yang intim dengan Tuhan, menjadi kunci kesuksesan dalam pelayanan. Mari kita melayani dengan penuh sukacita :)
Tuhan Yesus memberkati.


Thursday, July 26, 2012

Kerinduan akan Hadirat-Nya

..........
Heal my heart and make it clean 
Open up my eyes to the things unseen
Show me how to love like you have loved me

Break my heart from what breaks yours
Everything I am for your kingdoms cause
As I go from nothing to 
Eternity
.......

Penggalan dari lagu Hillsong - Hosanna...mungkin sobat blogger sudah sering mendengarnya karena Hillsong merupakan salah satu grup rohani yang terkenal.

Diantara lagu rohani yang saya sukai lagu ini merupakan salah satu favorit saya. Penggalan setiap baitnya seperti mengingatkan saya bahwa saya adalah manusia berdosa, namun kasih Allah yang menyelamatkan dan  mengajarkan saya untuk tetap mengasihi Dia.

Sudah beberapa hari ini, atau bahkan beberapa bulan terakhir ini saya merasa semakin menjauh dariNya. Saya mulai mengabaikanNya. Saya tidak lagi rutin bersaat teduh, bahkan tidak rutin gereja, disamping itu saya juga tidak melakukan pelayanan rohani apapun.
Rasanya seperti benar-benar hampa. Pikiran saya mulai dipenuhi oleh kegiatan duniawi, mulai melupakan kewajiban saya sebagai umat kristiani.

Ada saat dimana saya tiba-tiba merasa saya sudah terlalu jauh dan saya harus kembali kepadaNya, namun entah kenapa itu hanya bertahan sesaat saja dan kesibukan duniawi mulai membuatku melupakannya lagi. Ya Tuhan, entah apa yang terjadi pada diri saya, saya benar-benar ingin kembali padaNya.
Blog yang lumayan lama tidak saya isi, saya berharap postingan hari ini mengingatkan saya untuk memulai kembali hubungan yang baik dengan Tuhan, bukan hanya sekedar lewat, sekedar rutinitas, atau mungkin kewajiban, melainkan menjadi suatu kerinduan yang mendalam sehingga apabila saya tidak melakukannya hati saya menjadi hampa dan rindu akan perjumpaan pribadi dengan Tuhan.

Semoga teman-teman blogger tidak menghadapi hal yang sama seperti saya, sebaliknya menjadi saudara yang saling mengingatkan :) ♥♥
Have bless day sobat blogger ^^


Wednesday, April 11, 2012

There is No Limit (Part 1-3)

Yupz, saya melewatkan sate alias saat teduh selama beberapa hari terakhir ini dan jujur saya memang merasakan haus rohani yang sungguh luar biasa, saya membaca beberapa renungan yang sudah saya lewatkan dan kini saya merasa diberkati dengan motivasi-motivasi yang disampaikan melalui buku renungan ini. Jadi rasanya sayang sekali kalau renungan dan motivasi ini tidak saya bagikan kepada sobat blogger ♥ :)
Orang yang gak pernah berlatih secara rohani, berdoa, membaca dan merenungkan Firman, bersekutu, gak akan punya kemampuan secara rohani. Bagaimana dia bisa percaya diri menghadapi tantangan di dunia?
Markus 9:18
Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah meminta kepada murid-muridMu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat.
Ketika kita berpikir kita gak mungkin mengerjakan sesuatu, kita sedang membuat diri sendiri lemah dan terbatas. Pembatasan seperti inilah yang membuat Tuhan gak bisa bekerja dalam diri kita.
Murid-murid Tuhan sebenarnya sudah cukup lama mengikut Tuhan Yesus dan melihat bagaimana Tuhan menyembuhkan orang sakit dan melakukan banyak mukjizat (di pasal-pasal sebelumnya, diceritakan Tuhan menyembuhkan orang buta dan memberi makan 4000 orang, dll). Mestinya mereka minimal sudah tahu bagaimana harusnya melayani orang yang sakit karena mereka sudah sering melihatnya.

Tapi kali ini mereka kewalahan menghadapi roh bisu (ayat 17). Mereka gak mampu mengusir roh bisu. Kenapa? Ternyata mereka kurang beriman (ayat 19). Kenapa mereka bisa kurang beriman? Karena mereka membatasi pikirannya. Pikiran yang terbatas, akan membatasi iman kita. Tapi kalau kita selalu meregangkan iman kita dan memaksa diri untuk selalu meregangkan iman kita dan memaksa diri untuk selalu percaya kepada Tuhan dalam segala hal. kita akan bisa melakukan perkara-perkara besar. Saya percaya mukjizat masih terjadi dalam kehidupan orang percaya. Tapi apakah ada iman untuk melihat hal itu terjadi?



Ketika kita percaya maka batasan itu gak terlihat

Markus 9:23
Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percara!"
Seorang filsuf pernah berkata, "Kamu selalu meletakkan batasan pada apa yang kamu pikirkan dan lakukan, baik fisik atau hal lainnya, baik dalam pekerjaan maupun kehidupan. Aku ingatkan, sesungguhnya, tidak pernah ada batasan! Saat kamu telah mencapai sebuah dataran tinggi, kamu tidak boleh tinggal di sana, kamu harus melampauinya!"
Secara manusia, kita mengenal yang namanya batasan. Batasan dalam hal keuangan. Batasan dalam hal kekuatan. Batasan dalam waktu. Dan macam-macam batasan lainnya. Tapi secara rohani gak ada batasan selama kita percaya dan beriman. Karena itulah Tuhan mengatakan tidak ada yang mustahil bagi orang percaya. Ya, gak ada batasan bagi orang percaya.

Saya selalu kagum dengan perkataan Yesus yang terkenal, "Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya?" Memang secara manusia kita akan selalu melihat keterbatasan, tapi saat kita bermain kita seperti sedang membuka pintu-pintu kesempatan dengan tangan iman dan pertolongan Tuhan.

Gak ada batasan bagi orang yang percaya

Markus 9: 24
Segera ayah anak itu berteriak: "Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!"
Sebagai manusia kita punya target yang ingin dicapai. Tapi kalau kita sudah mencapai taret itu jangan menganggapnya sebagai pencapaian tertinggi kita. Nikmati sejenak, syukuri dan segera buat target baru yang lebih tinggi. Sebab, dengan terus mendaki, kita akan bisa meraih puncak yang lebih tinggi lagi. Begitu seterusnya. Jangan lupa, satu-satunya yang bisa membatasi kita adalah diri kita sendiri.

Kita membaca perikop yang sama dan belajar hal kedua mengenai gak ada batasan bagi orang percaya. Ketika bapak dari anak yang kerasukan roh jahat dan bisu, mendengar Yesus menjawab tidak ada yang mustahil bagi orang percaya, dia segera menjawab "Aku percaya! Tolonglah aku yang tidak percaya ini (ayat 24). Dalam terjemahan King James dikatakan, "Tolonglah ketidakpercayaanku ini." Sedangkan dalam terjemahan Bahasa Indonesia sehari-hari dikatakan, "Tuhan, saya percaya, tetapi iman saya kurang. Tolonglah saya supaya lebih percaya lagi!"

Bapak itu menunjukkan orang yang mau naik level dengan belajar dan berusaha lebih percaya kepada Tuhan. Dan ketika taraf iman yang Tuhan kehendaki dicapai, secara ajaib, anaknya sembuh (ayat 27).

Girls, apakah iman kita puas dengan kehidupan rohani kita saat ini? Apakah kita merasa kita sudah sampai di puncak kerohanian kita? Ataukah kita mau menaikkan level iman kita terus melampaui batasan yang ada?



Ga ada batasan iman, sampai kita sempurna seperti Tuhan Yesus

Yupz, jadi intinya kita sebagai anak-anak Tuhan jangan membatasi diri kita dengan pikiran-pikiran kita. Bangun iman yang kokoh dan kuat, sehingga apapun yang kita kerjakan dari yang mustahil akan menjadi nyata dan terjadi dalam hidup kita. Jangan pernah mau berada dalam standard yang telah ditentukan, tapi teruslah berusaha maju untuk melebihi standard dan target yang telah dicapai.

Tuhan Yesus memberkati ♥

Tuesday, December 13, 2011

♥ Praise and Worship ♥





Ya, beberapa hari ini saya sangat menyukai lagu-lagu rohani, hampir setiap hari, hampir setiap waktu selalu saya putar. Bukannya saya dulunya tidak suka lagu rohani, hanya saja sepertinya untuk beberapa hari ini, perasaan ingin menyanyikan lagu-lagu pujian itu semakin menggebu-gebu, semakin saya mendengarnya, semakin saya bersemangat, dan merasa bahwa ya, saya tidak sendirian. Dia ada bersama saya, Dia tinggal di dalam hati saya, dan Dia terus mengawasi saya http://www.emocutez.com.

Jujur saja, beberapa hari sebelumnya entah pikiran apa yang terus menggerogoti pikiran saya, ketakutan dan ketakutan itu terus saja membuat saya murung, terkadang bahkan merasa ingin menyendiri, atau kadang juga berpikir, mungkin saya memang ditakdirkan untuk sendiri.

Tapi saya sadar, segala sesuatu itu indah pada waktunya seperti yang tertulis dalam Pengkhotbah 3:11 :
Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Dari ayat tersebut saya diingatkan untuk tidak mengkhawatirkan hal-hal yang mungkin akan terjadi dalam hidup saya, karena Tuhan punya rencana, ya, TUHAN PUNYA RENCANA BAGI ANDA DAN SAYA. Jadi serahkan saja semuanya kepada Dia, biarkan Tuhan yang berkarya dalam hidup kita http://www.emocutez.com.

Lagu-lagu ini memang sudah lama, tapi tetap mengena di hati, luar biasa dan tetap membuat hati saya bergetar saat saya mendengarnya, karena makna yang berarti.

Silahkan mendengarkan. 


Wednesday, December 7, 2011

Kesiapan Hati

Glory to God in the highest
For Your great and matchless name
I worship You and honor You
You're lifted up in this place ♫

Jesus the son, there's no other
Heavenly King, lamb of God
For You alone the holy one
You're lifted up in this place ♪

O God I worship You
O God I worship You
Be glorified and magnified
O God I worship You  ♪

Really love this song ☺. Everyday http://www.emocutez.com...everytime worship Him.

Hari ini, ada lagi hal yg membuat mood saya merasa kacau, sambil blogging, sambil memikirkannya .
God, saya berharap Engkau memberikan hikmat dan bijaksana-Nya kepadaku agar setiap perkataan dan perbuatanku itu dapat menjadi berkat buat orang disekitarku http://www.emocutez.com. Saya tidak ingin karena kemarahan itu justru selain membuat orang lain sakit hati, justru membuat hatiku juga tidak tenang.

Satu hal yang dapat membuat hatiku tenang dan nyaman, praise and worship Him, and pray of course.
Sayang sekali beberapa hari yang lalu saya tidak ikut bersama kawan-kawan yang lain menghadiri KKR Akhir Zaman, padahal itu pasti KKR yang sangat bagus dan membuka mata kita untuk melihat bahwa akhir zaman sudah dekat, setiap saat bisa datang, kapan pun Tuhan mau. Yang diperlukan adalah keSIAPan hati http://www.emocutez.com.

Banyak hal yang sering saya perbuat itu mendukakan hati-Nya http://www.emocutez.com, tapi entah kenapa Tuhan begitu baik, sangat baik padaku. Hari-hari yang rumit, tapi Dia selalu memberikan solusi dan jalan keluar. Yaa, karena melalui hal itulah kemuliaanNya terpancar dan bersinar, menyilaukan mata mereka yang buta akan kasih dan perkenan dari Tuhan.

God love you http://www.emocutez.com, ☺

Friday, June 24, 2011

Dua Respons

Yesus bercerita tentang seorang bapa yang mempunyai dua anak. Ketika sang bapa menyuruh dua anaknya bekerja di kebun anggur, ada dua respons yang berbeda. Anak yang pertama mengiyakan, tetapi setelah berlalu dari hadapan sang bapa, ia tak jadi melakukannya (ayat 29). Yang kedua menolak, tetapi setelah pergi, ia pun menyesal dan kemudian melakukan perintah bapanya itu (ayat 30). Di akhir perumpamaan, Yesus membawa para imam kepala dan tua-tua Yahudi untuk menyimpulkan bahwa yang lebih berharga adalah anak yang taat melakukan perintah bapanya. Secara mengejutkan, Yesus berkata, ”... sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah” (ayat 31).

Apakah maksud Tuhan? Pertama, Tuhan tidak terpesona pada janji di mulut. Dia lebih menanti bukti ketaatan. Tuhan tidak mau kita berjanji manis ketika menaikkan banyak pujian dan doa dalam ibadah, tetapi setelah itu kita lupa melakukan apa yang kita janjikan.

Kedua, Tuhan tidak mau kita menghakimi orang lain yang kita anggap ”sedang lemah secara rohani”—orang-orang yang sedang menjalani hidup yang tak berkenan kepada Tuhan. Lalu berpikir bahwa mereka pasti akan ”tertinggal” di belakang. Jangan salah. Tuhan dapat memakai segala cara untuk menjangkau mereka. Dan, jika mereka bertobat dan mau taat, mereka bahkan bisa ”mendahului” kita. Maka, daripada kita menghakimi dan kemudian justru tertinggal, mari menjadi pribadi yang dipakai Tuhan untuk menjangkau saudara-saudara yang belum bertobat. Ingatlah, Tuhan lebih mencari hati yang taat.

TUHAN TIDAK MENCARI MULUT YANG BERJANJI
DIA MENCARI HATI YANG MAU TAAT MENGABDI
penulis: Agustina Wijayani

Wednesday, June 8, 2011

Kyrie Eleison

Lagu gereja bertema memohon belas kasihan Tuhan dikenal dengan istilah Kyrie Eleison, yang berarti “Tuhan kasihanilah”. Lagu ini biasanya dinyanyikan saat umat memohon belas kasihan Tuhan dalam tata ibadah pengampunan dosa.
Penulis Mazmur 6 pun tengah memohon belas kasihan Tuhan. Alasannya, karena ia merana (ayat 3). “Merana” diterjemahkan dari bahasa Ibrani umlal yang berarti “lemah atau rentan”. Pemazmur mengakui kelemahan dan kerentanan dirinya dalam menghadapi orang-orang yang hendak melakukan kejahatan terhadapnya (ayat 9). Itulah sebabnya ia mengeluh dan menangis sepanjang malam (ayat 7,9). Yang menarik adalah bahwa dalam situasi seperti itu, pemazmur pertama-tama tidak merancang strategi A, atau B, atau C. Hal yang ia lakukan pertama-tama adalah melibatkan Tuhan dalam situasinya dan mengakui kerentanannya sendiri. Ia membawa persoalannya kepada Allah yang walaupun bisa menghukum dan bisa marah (ayat 2), juga ia yakini penuh kasih setia (ayat 5) serta sedia mendengar keluhan; rintihan orang yang lemah dan dijahati sesamanya (ayat 9,10). Bagi pemazmur, Allah bukan ada di awang-awang. Allah adalah Pribadi yang nyata melakukan pembelaan dan menolong mereka yang umlal, yang lemah dan rentan.
Apakah saat ini hati Anda sedang sakit, sedih, dan perlu pertolongan? Apakah hidup Anda sedang diimpit permasalahan dan kesukaran, dan Anda merasa merana sendiri? Jika Anda sedang resah, datanglah kepada Allah dan dengan jujur memohon: ”Kyrie Eleison ... Tuhan kasihanilah ... aku orang lemah. Engkaulah harapan dalam menghadapi keresahanku ini.” Anda tidak sendirian!

Hati Tuhan terarah kepada hati setiap orang terutama kepada setiap hati yang terluka
Sumber: [Daniel K. Listijabudi]--[www.renunganharian.net]. 

Saturday, June 4, 2011

When I'm thinking about Jesus,

Jesus proclaims: 

I am the Way. 
The Lord Jesus does not simply give counsel and direction. He personally is the way, and we cannot miss it if we follow him. He leads and guides us personally every day. 

The Lord Jesus also is the Truth. 
Many can say, “I have taught you the truth.” Only Jesus can say, I am the Truth. Moral truth cannot be conveyed in words alone; it must be conveyed in example. Jesus embodies the truth in his person. 

Jesus also is the Life. 
He not only shows us the path of life (Psalm 16:11); he gives the kind of life which only God can give – eternal and abundant life. Is there any fear or trouble which keeps you from the perfect peace and happiness of a life surrendered to Jesus Christ?

Tuesday, May 10, 2011

Mujizat itu masih ada, saya rasakan!

Yaa...itu yang saya rasakan hari ini.
Benar-benar membuat saya tersentuh.
Cerita ini bermula kemarin malam sekitar jam 11 setelah makan malam bareng kakak/ kawan UKM Kristen, makan ayam bakar dibelakang salah satu mall di Batam, BCS.
Seperti biasa kebiasaan saya yang sering kali bawa motor sambil pegang handphone dan sms-an sama temen. Tanpa sadar saya menjatuhkan dompet saya dan sampai di kostsan baru sadar kalau dompetku HILANG!!

Sekali lagi saya cek jaket saya, lalu turun, periksa situasi disekitar motor berharap ada sesosok dompetku di sana, tapi tetap saja tak kutemukan jejaknya.
Segera ku bawa motor melaju ke tempat saya makan tadi, lalu menyusuri jalan-jalan yang kulalui hingga sampai lagi di kost, tapi tetap saja saya tidak menemukan apapun.

Sekali lagi saya mencoba menemukan dompet saya kali ini bersama kakak saya lalu kami pergi mencari bersama, dan menanyakannya pada beberapa orang, tapi tetap saja hasilnya nihil.

Kali itu saya pasrah, hanya bisa berdoa, meminta ampun atas kelalaianku ini, karna saya tahu kali ini saya yang salah, dan Tuhan ingin aku mengubah kebiasaan burukku tersebut.
Hari ini, saya sempat posting di fesbuk tentang kehilangan ini, dan banyak yang merespon, termasuk keluarga. Tentu saja papa dan mama langsung menghubungi dan menyuruhku untuk buru-buru mengurus surat-surat kehilangan.

Sekitar jam 12 siang saya minta izin dari bos, dan pulang jam 2 lewat.
Pergi ke kost 2 kali buat ambil passport, dan buku rekening bank untuk mempermudah mengisi keterangan kehilangan.

Lalu ke Adira Finance di Sei. Panas untuk meminta fotocopy BPKB.

Sepulang dari sana, ini yang membuat saya cukup terkejut.
Sepasang suami istri datang, lalu mengatakan bahwa mereka menemukan sebuah dompet, tepat dibelakang mall dimana saya makan kemarin.

Dia menanyakan data-data saya, lalu saya menunjukkan passport saya sebagai pengganti untuk mengetahui identitas saya, and then dia langsung mengembalikan dompet saya.
Wahh, saya sungguh-sungguh berterima kasih, hanya ucapan terima kasih dan uang 100rb rupiah saja yang bisa saya berikan sebagai tanda ucapan syukur dan terima kasih saya pada mereka.
Bisa saya bayangkan tenaga mereka yang habis untuk mencari alamat saya, karna saya tidak mencantumkan alamat kantor di dompet, malahan hanya ada data-data saya ketika masih di Palembang, dan alamat kost yang lama. Sungguh semangat yang luar biasa buat pasutri tersebut hingga mereka dapat menemukan saya di tempat saya bekerja.

Meski uangnya sudah menghilang entah kemana, namun surat-surat berharga seperti KTP, SIM, STNK, dan ATM masih lengkap, yang pasti saya sangat sangat sangat bersyukur karena ternyata Tuhan hanya ingin menegurku bahwa saya harus mengubah kebiasaan buruk saya selama ini.
Dan yang pasti, itu mengingatkan saya bahwa dimanapun kita berada, dalam situasi dan kondisi apapun itu, kita tidak boleh melupakanNya, tetap mengandalkanNya dalam berbagai kondisi, sekalipun itu menyakitkan. Karena itu yakinlah, bahwa Ia akan memberikan kelegaan bagi kita.
For me, U're number ONE!!!

Friday, April 29, 2011

Tentang Sebuah Kejujuran

kejujuran
Membahas mengenai arti dari sebuah kejujuran, saya pikir alangkah baiknya berbagi artikel ini kepada sahabat mengenai kejujuran yang saat ini sering sekali dipertanyakan, "Apakah masih ada orang yang menghargai arti dari sebuah kejujuran?", "Jujur itu baik, tetapi harus lihat situasi dan kondisinya terlebih dahulu", atau "Jujur belum tentu membawa kebaikan, bisa jadi justru memperkeruh suasana".
Apa pendapat Anda mengenai "KEJUJURAN" ? Masih berhargakah "itu" dimata Anda?


dikutip dari renunganharian online
Anggaplah itu sebuah ujian ketika kita dipinggirkan akibat berlaku jujur dan menolak untuk ikut-ikutan berbuat curang. Seperti layaknya ujian, untuk menghadapinya memang bisa jadi berat. Tetapi lulus tidaknya kita dalam ujian akan sangat tergantung dari keseriusan dan ketekunan kita dalam menghadapinya, dan juga tergantung dari bagaimana kita menyikapinya. Mempertahankan kejujuran dalam hidup pun bisa demikian. Akan ada saat-saat dimana anda merasa diperlakukan tidak adil, sudah jujur malah disalahkan dan dirugikan. Meski berat, terimalah itu sebagai sebuah ujian, dan fokuskan pandangan jauh ke depan, kepada sebuah kehidupan abadi yang akan anda jalani kelak setelah fase di dunia ini selesai.

Ujian akan menumbuhkan ketekunan, dan dari sana kita bisa menghasilkan buah-buah yang matang. Karakter kita akan disempurnakan lewat ujian-ujian itu. Ujian adalah kesempatan bagi kita untuk naik ke tingkatan yang lebih tinggi, dan karena itu seharusnya kita bisa berbahagia. Buat sesaat kecurangan mungkin bisa memberi banyak keuntungan, tetapi itu semua hanyalah sesaat dan fana. Untuk sebuah hidup yang abadi, kecurangan tidak akan pernah membawa keuntungan malah mendatangkan kerugian.

Perjuangan kita terhadap kejujuran tidak akan sia-sia. Muda atau tua, siapapun kita, peganglah prinsip kejujuran setinggi mungkin dan jangan gadaikan itu untuk alasan apapun.
"Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu." 
Meskipun masih muda kita tetap dituntut untuk bisa menjadi teladan dalam segala hal. Kita hidup di dalam masyarakat yang mau menghalalkan segala cara, yang hidup dengan standar-standar ganda dan yang tidak selalu memberikan penghargaan yang tinggi atas penyampaian kebenaran dan kejujuran. Seperti itulah dunia hari ini, tetapi bertahanlah dan pegang kuat prinsip-prinsip tersebut. Meski dunia berlaku seperti itu, tetapi adalah hal yang tidak bisa ditawar bahwa pengikut Kristus seharusnya memiliki standar kejujuran tinggi yang berbeda dari standar yang ditetapkan dunia. Apapun situasinya, tetaplah pertahankan nilai-nilai kejujuran dan kebenaran, jangan tukarkan itu dengan apapun, dan lihatlah pada saatnya nanti setiap orang jujur akan bersukacita memetik buahnya.

Meski dunia menolak kejujuran, di mata Tuhan sekecil apapun itu akan sangat berharga

Friday, December 17, 2010

Menjelang Natal

Life has its ups and downs. S'times sun shines, s'times the rain pours. But don't forget, it takes both sun and rain to make a RAINBOW.




Menjelang Hari Natal 25 Desember 2010, kalau dihitung dari sekarang berarti kira-kira tinggal 8 hari lagi, wah senangnya karena kali ini saya bisa merayakan Natal bersama keluarga di Palembang. Tahun lalu merupakan pertama kalinya saya merayakan Natal seorang diri di kost, di Batam, karena baru belum 1 tahun kerja jadi cuti baru saya ambil saat menjelang Tahun Baru 2010. Tapi kali ini saya masih diberi kesempatan oleh Yesus untuk berkumpul bersama keluarga, merayakan Natal bersama, merasakan damai dan kasihNya, mempersembahkan yang terbaik ketika sang Raja, sang Mesias, Juruselamat lahir ke bumi. Sungguh sukacita yang luar biasa bagiku.

Hari ini, tepatnya 17 Desember 2010, untuk pertama kalinya juga saya bisa merasakan kasihnya persaudaraan dalam organisasi, khususnya Crown of Glory dalam perayaan Natal COG UIB. Dikampus bisa merasakan ikatan yang kuat, bersama bekerja untuk pelayanan kampus, sungguh sukacita yang Tuhan Yesus berikan yang terbaik dan selalu baru di setiap saat. Natal yang nanti sore akan diadakan di Universitas Internasional Batam (hee....sedikit bangga karena ada Internasionalnya) menjadi pelayanan yang sungguh luar biasa dimana sesuai tema Natal kami yakni One In Love, Satu didalam kasih, yaitu Kasih Yesus Kristus. Seperti yang ditulis dalam Matius 5:43 berbunyi

"Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian? Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang disorga adalah sempurna."

Ayat tersebut menjadi salah satu prinsip hidup kita dikala kita tengah dalam keterpurukan oleh karena sesama kita, maka ingatlah selalu bahwa Bapa disorga melihat kesusahan kita, dan percaya dalam pengharapan di dalam Dia. Seperti tertulis dalam Matius 6:33

"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu"

Saya berharap semoga Natal kali ini dapat memberi sukacita lebih bagi kita semua, bukan hanya bagi yang merayakannya, tetapi juga bagi mereka yang dapat merasakan kehangatan & indahnya Natal, kehadiran Yesus didalam hati mereka, dan mereka pasti temukan damai sejahtera di dalam Yesus Kristus.

Mari kita pembawa cinta kasih, damai, dan terang bagi dunia. May the peace and love of God fill each day of your life and light your way through the New Year. Wishing you and your family  His blessing always.

Merry X'mass friends,



Friday, September 3, 2010

Saksi Saksi Yehuwa


Tuhan Yesus berfirman: “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah 1:8)
Saksi-Saksi Yehuwa (SSY) dirintis Charles Taze Russell (lahir 1852) yang senang belajar Alkitab namun menolak Yesus adalah Allah, dan adanya hukuman kekal dan neraka. Terpengaruh ajaran Akhir Zaman Adventisme, pada tahun 1877 ia menulis risalah tentang kedatangan kembali Yesus yang sudah dimulai pada tahun 1874 dan setelah persiapan selama 40 tahun akan digenapi pada Akhir Zaman pada tahun 1914 disusul kedatangan kerajaan 1000 tahun. Pada tahun 1884 ia mendirikan ‘Watchtower Bible and Tract Society.’ Ia meninggal tahun 1916 dan digantikan Joseph Franklin Rutherford(1869-1942) yang memimpin secara diktator sehingga SSY terpecah, pengikut yang setia kepada Russell disebut ‘Russellit’ dan pengikut Rutherford yang pada tahun 1931 menggunakan nama ‘Jehovah’s Witnesses’ (Saksi-Saksi Yehuwa). Penggantinya adalah Nathan Homer Knorr (1942-1977),Frederick William Franz (1977-1992), dan Milton G. Henzel (1993). Pada tahun 2000 terjadi gejolak organisasi dimana Henzel dilengserkan (sebelumnya presiden diganti setelah meninggal) dan semua anggota pengurus diturunkan dari perusahaan SSY, Henzel digantikan oleh Don Alden Adams. Dibalik kampanye mengenai kesatuan organisasi banyak kelompok kecil memisahkan diri dan bersikap otonom dan tidak tunduk pada pemerintahan teokrasi kantor pusat Bethel (Brooklyn, USA).
Berkas:Watchtower headquarters.jpg
NAMA SAKSI-SAKSI YEHUWA
Semula pengikut Russel disebut ‘Bible Students‘ (Siswa-Siswa Alkitab), namun pada tahun 1931 dibawah Rutherford nama itu diganti menjadi ‘Jehovah’s Witnesses’ (‘Saksi-Saksi Yehuwa’ yang didasarkan ayat Yes.43:10).
Catatan: Perlu disadari bahwa ayat Yesaya dari konteksnya tertuju bani Israel keturunan Yakub dimana mereka disebut Saksi-Saksi, dan dalam Perjanjian Baru umat Kristen adalah ‘Saksi-Saksi Kristus’ (Kis.1:8) dan disebut ‘Kristen’ (Kis.11:26).
KITAB SUCI TERJEMAHAN DUNIA BARU
SSY mengaku berpaut kepada Alkitab dan mengikuti apa yang ditulis dalam Taurat, Zabur, dan Injil. Semula Russell dan Rutherford masih menggunakan Alkitab kristen KJV tetapi kemudian menolak ajaran ‘Yesus adalah Allah dan juga hukuman kekal & neraka,’ dan membuat pengajaran sendiri yang ditulis dalam 7 buku Russel: ‘Studies in the Scripture’ dan majalah ‘Watchtower’ (Menara Pengawal). Karena Alkitab Kristen dianggap salah dan sudah diubah oleh tradisi gereja, SSY menggunakan terjemahan kata-per-kata Holmer Linear Bible yang memuat catatan pinggir yang merupakan penjelasan dari publikasi Watchtower dari tahun 1985–1901, dan pada tahun 1902 digunakan terjemahan kata-per-kata Emphatic Diaglott  karya Benyamin Wilson (Unitarian Christadelphian). Dibawah Nathan Homer Knorr diterbitkan ‘New World Translation of the Holy Scripture’ (disingkat NW, 1961, terjemahan Indonesia ‘Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru,’ 1999).
Catatan: NW tidak dapat disebut sebagai terjemahan karena tidak diterjemahkan dari naskah asli bahasa Ibrani dan Yunani melainkan hasil olahan dari terjemahan kata-per-kataHolmar Linear Bible dan Emphatic Diaglot dengan memasukkan pengajaran Watchtower ke dalamnya, jadi berbentuk buku penafsiran (paraphrase), dengan tambahan 125.000 catatan pinggir, 11.400 catatan kaki, dan konkordansi. Terjemahan ke bahasa-bahasa lain hanya boleh diterjemahkan dari NW (bhs. Inggeris) oleh mereka yang diangkat oleh kantor pusat di Brooklyn.
MENOLAK TRITUNGGAL
SSY menolak Allah Tritunggal yang dianggapnya sebagai ‘Tuhan berkepala tiga’ ajaran kafir Yunani yang dihasilkan konsili Nicea (325), dan menganggap Tuhan adalah Esa(echad, Ul.6:4) dan namanya adalah Jehovah (Yehuwa.)
Catatan: SSY mengabaikan fakta bahwa ajaran Tritunggal sudah terkandung dalam Alkitab PL dan PB sejak abad pertama, namun pada abad IV ada penatua bernama Ariusyang terpengaruh Neo-Platonisme (filsafat yunani) mengenai penciptaan yang makin kebawah makin rendah, dan menyimpulkan Yesus adalah ciptaan lebih rendah dari Bapa, dan roh kudus lebih rendah lagi dan hanya tenaga aktif yang bukan pribadi. Arianisme ditolak Konsili Nicea secara mayoritas dan kemudian meredup. Pada abad XIX Arianisme mengalami kebangunan kembali dalam bentuk Unitarianisme yang diikuti Christadelphian dan kemudian Jehovah’s Witnesses (SSY). Belakangan ini di Indonesia berkembangKristen Tauhid yang aktif menyebarkan ajaran unitarian universalis melalui buku-buku dan ceramah (a.l. bestseller karya Frans Donald, Allah dalam Alkitab & Al Quran, Borobudur, 2005). Kristen Tauhid menggunakan penafsiran SSY atas Alkitab dalam buku-buku mereka.
KRISTOLOGI
SSY menyebut Yesus bukan Allah melainkan ciptaan pertama (Ams.8:22; Why.3:14; Kol.1:16) yang lebih rendah dari Allah (Yoh.14:28), dan hanya ‘suatu allah’ (a god, Yoh.1:1). Ia diangkat Yehuwa sebagai rekan penciptaan, dan hidup dibumi sebagai manusia sempurna dan mati menggantikan dosa Adam menjadi teladan penebusan. Yesus dianggap lebih rendah dari malaekat (Ibr.2:9) dan adalah titisan malaekat Mikhail. Dalam Ams.8:22, ‘hikmat’ yang diciptakan pertama dianggap tertuju pada Yesus. Yesus dipercaya sudah datang kembali sebagai raja pada tahun 1914 untuk mempersiapkan perang Harmageddon dan mulai memerintah di bumi selama 1000 tahun, pada perang Harmageddon, pemerintahan dunia dan susunan kristen akan dimusnahkan.
Catatan: Perlu diketahui bahwa ‘hikmat’ dalam Ams.8:22 bergender feminim jadi tidak tepat kalau ditafsirkan sebagai Yesus yang ‘Putra’ Allah, demikian juga Why.3:14 mengenai ‘awal’ dari ciptaan Allah yang dianggap pertama, artinya ‘sumber’ ciptaan Allah, karena Yohanes biasa menggunakan istilah ‘arche’ yang diartikan sebagai ‘sumber pada mulanya sebelum ada ciptaan’ (Kej.1:1 LXX dan Yoh.1:1 menggunakan kata ‘arche’) dan dalam kitab Wahyu Bapa dan Anak sama disebut ‘alpha/arche’ dan ‘omega/telos.’ Ada manipulasi ayat dalam Yoh.1:1 dimana kalau ditambahkan kata sandang ‘ho/ton’ dianggap berarti ‘theos’ (tanpa suatu) sedangkan kalau tanpa kata sandang ‘ho/ton’ berarti ‘suatu (theos),’ padahal pada ayat 6,12,13,18 juga tidak ada kata sandang yang tertuju Bapa tetapi tidak ditambahkan ‘suatu (theos)’ dalam terjemahan NW, dan Kol.1:16 dimana ditambahkan kata ‘other’ (NW/lain) yang memberi kesan Yesus adalah ciptaan juga disamping yang lain padahal naskah aslinya tidak ada kata ‘lain.’ Yoh.14:28 menunjuk pada pengakuan Yesus ketika Ia menjadi manusia diturunkan menjadi lebih rendah dari malaekat untuk seketika lamanya (Ibr.2:9, band.Flp.2:5-8). Ibr.2:9 oleh SSY untuk merendahkan Yesus ditafsirkan tanpa kata ‘untuk waktu yang singkat’ (yun: brachu) sehingga ada kesan Yesus selamanya lebih rendah dari malaekat, tapi ini berkontradiksi dengan ajaran dimana Yesus disebut titisan Mikhael, penghulu malaekat. Flp.2:5-8 juga diterjemahkan ‘tidak pernah mempertimbangkan untuk merebut kedudukan, yaitu agar ia setara dengan Allah.’ Padahal terjemahan yang benar justru mengatakan bahwa ‘tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan’ yang berarti ‘Allah yang merendahkan diri sebagai manusia dan taat sampai mati’ (demi misi penebusan manusia). Dari sini kita perlu sadar bahwa berdiskusi menggunakan NW mengarah pada ajaran SSY tetapi Alkitab Kristen yang diterjemahkan dari naskah asli menyebut bahwa setelah kebangkitannya Yesus sudah menyatakan dirinya dalam kemuliaan yang sama dengan Bapa. Yesus dengan tegas mengatakan bahwa ‘Aku telah ada’ (Yoh.8:58, ‘ego eimi’ yang dalam Septuaginta disebutkan oleh YHWH sendiri, Kel.3:14), Yesus menyebut diri-Nya Tuhan’ (Yoh.13:13-14), dan Thomas berseru ‘Ya Tuhanku dan Allahku’ (Yoh.20:28), dll.

MENGENAI ROH KUDUS
SSY menyebut Roh Kudus hanya ‘tenaga aktif Allah’ dan Kej.1:2 dimana aslinya ditulis ‘ruach elohim’ tapi diterjemahkan ‘tenaga aktif Allah’ dengan alasan bahwa ‘ruach’ itu adalah tenaga atau nafas Allah. Pengaruh neo-Platonis jelas disini dimana Yesus dianggap lebih rendah dari Allah dan roh kudus lebih rendah lagi dari Yesus dan hanya ‘tenaga aktif Allah dan bukan pribadi.’ Dalam rumus baptisan ‘Roh Kudus’ (huruf pertama kata capital) dalam NW diterjemahkan ‘roh kudus’ (semua huruf kecil) yang maksudnya roh yang menggerakkan organisasi teokratis SSY.
Catatan: Ruach (Yunani: pneuma) bisa berarti angin atau nafas, namun ruach (pneuma)  juga berarti ‘pribadi roh rational’ di banyak bagian Alkitab. Strong Concordancemenyebut ‘ruach’ sebagai ‘angin, nafas,’ tapi juga ‘roh pribadi rasional.’ ‘Pneuma’ juga disebut sebagai ‘angin, nafas’ tapi juga ‘roh pribadi manusia rasional’ atau ‘mahluk roh rasional seperti malaekat, setan dan Roh Allah, Roh Kristus, dan Roh Kudus.’ Yoh.4:24 menyebut ‘Allah itu Roh’ (pneuma ho theos), disini ‘pneuma’ menunjuk pada ‘pribadi Roh’ (band. Ayb.33:4). Benar bahwa dalam Alkitab ‘hikmat, dosa, dan kematian’ kadang dipersonifinkasikan, tapi itu tidak berarti bahwa semua yang mengenai Roh Kudus dipersonifikasikan sama seperti itu, sebab Roh Kudus dapat dijadikan sedih atau duka (Yes.63:10; Ef.4:30), dihujat atau dihina (Mat.12:31; Ibr.10:29), dibohongi (Kis.5:3), dan dicobai & diuji (Kis.5:9). Tidak ada tenaga tak berpribadi menunjukkan kesedihan atau cinta-kasih demikian kecuali pribadi, ciri-ciri pribadi demikian tidak dimiliki oleh hikmat, dosa, dan kematian. Di seluruh Alkitab kita melihat Roh Kudus sebagai pribadi, melakukan hal-hal yang hanya bisa dilakukan pribadi. Ia memiliki pikiran, itelegensia, pengetahuan (Rm.8:27; 1Kor.2:11), kemauan (1Kor.12:1), menunjukkan cinta dan kasih-sayang (Rm.15:30), berbicara kepada Filipus (Kis.8:29), menyuruh Petrus (Kis.11:12), menyuruh jemaat mengkhususkan Paulus dan Barnabas untuk tugas pelayanan (Kis.13:2,4). Pada suatu kesempatan Ia melarang Paulus berbicara di propinsi Asia (Kis.16:6-7), berbicara kepada sidang jemaat (Why.2:7,11,17,29), dan bergabung dengan gereja mengundang yang lain untuk datang (Why.22:7). Roh Kudus memiliki kepribadian yang jelas, dan berkuasa mengurapi dan memberi kuasa kepada Para murid. Dalam Kis.1:8 dibedakan antara ‘kuasa’ dan ‘Roh Kudus,’ Roh Kuduslah yang memberi kuasa pada para murid kalau Ia sudah hadir dalam diri para murid.

PENEBUSAN DAN KESELAMATAN
Yesus tidak menebus umat manusia melainkan hanya menebus dosa Adam yang pertama, dan menjadi teladan bagi penebusan dosa manusia pada umumnya. Yesus dianggap sebagai tergantung di tiang siksaan (batang pohon lurus). Keselamatan diperoleh melalui ‘kesetiaan kepada Yehuwa dan menjadi saksi-saksi Yehuwa yang mentaati hukum-hukumnya, dan memberitakan kerajaan Yehuwa,’
Catatan: Sejak awal salib kristen disebut berbentuk silang (cross = silang). Alkitab menyebut di kayu salib ada tulisan yang diletakkan diatas kepala Yesus (Mat.27:37), kalau Yesus digantung di tiang siksaan dengan tangan dipaku diatas kepalanya tentulah disebut ‘diatas tangan’ Yesus. Bagi SSY, pencurahan darah Yesus tidak ada artinya untuk penebusan umat manusia, umat manusia bisa mencapai keselamatan dengan menjadi SSY yang rajin mengabarkan kerajaan teokratis, dan memberitakan kerajaan Yehuwa,’ jadi sifatnya usaha baik manusia,’ tidak ada Anugerah Allah melalui darah Kristus. Yesus yang ‘bangkit dari kubur dalam keadaan daging’ ditolak dan dianggap Yesus mati dan dikubur, dan Ia hanya bangkit dalam roh dan tubuh jasadnya dimusnahkan Allah. Karena itu SSY tidak merayakan ‘Paskah Kebangkitan,’ melainkan hanya melakukan Perjamuan Malam setahun sekali, dan hanya umat SSY yang termasuk 144.000 orang pilihan yang masuk sorga dan memerintah bersama Kristus saja yang boleh ‘makan dan minum dalam perjamuan malam’ yang jumlahnya saat ini tinggal sedikit sekali yang masih hidup.

KEMATIAN MANUSIA
Bagi SSY, ‘manusia tidak memiliki jiwa yang kekal, orang mati hanya tidur rohani dan sama sekali tidak sadar akan apa pun’ (Pkh.9:5), dan baru akan dibangunkan nanti pada saat hari penghakiman, dimana SSY akan hidup kekal mendiami firdaus di bumi dan non-SSY akan dimusnahkan. SSY tidak mengakui adanya ‘Neraka’ (Yer.7:31) dan hukuman kekal.
Catatan: Mat.10:28  menyebut jiwa bersifat kekal dibandingkan tubuh yang fana, dan neraka adalah realita yang disebutkan oleh Yesus dimana Ia berbicara mengenai ‘api yang tak terpadamkan dimana ada ratapan dan kertak gigi’ (Mat.8:12;25:30) dan ‘Orang kaya sudah merasakan panasnya nyala api ketika ia mati’ (Luk.16:25). Neraka adalah tempat hukuman terakhir berupa lautan api yang tidak terpadamkan (Why.20:14).

AKHIR ZAMAN
Akhir Zaman adalah obsesi terbesar Russell, dan jantung kepercayaan SSY. Semula Yesus dianggap datang dalam keadaan Roh tahun 1874 dan setelah 40 tahun persiapan Akhir Zaman dianggap Yesus datang sebagai raja pada tahun 1914 disusul kerajaan 1000 tahun dimana dinubuatkan pemerintahan dunia dan susunan kristen akan dimusnahkan dalam perang Harmagedon, namun karena Yesus tidak datang direvisi menjadi tahun 1915 kemudian 1918, namun pada tahun 1916 Russel meninggal dunia dalam kekecewaan dan sakit. Perhitungan didasarkan angka 7 masa (Dan.4:10-17,25) atau hukuman 7 kali lipat (Im.26:18) yang dianggap 7 X 360 hari = 2520 tahun (1 hari = 1 tahun) dimulai tahun 607/606 ketika hukuman dimulai dengan penyerbuan raja Babel Nebukadnezar ke Israel, dan angka itu menunjuk tahun 1914. Karena belum datang jugaRutherford kemudian meralatnya menjadi tahun 1925 dalam bukunya ‘Millions Now Living Will Never Die.’ Ia bahkan membangun perumahan mewah Beth Sharim (Rumah Pangeran) di San Diego untuk menantikan kebangkitan pertama Abraham, Ishak, dan Yakub. Namun Akhir Zaman tetap belum datang dan Rutherford dalam kecanduan alkohol meninggal di tahun 1942 dan dikuburkan di Beth Sharim, tempat yang kemudian dijual (1948) untuk menutup aib nubuatan itu. Knorr, penggantinya, meramalkan tahun 1975 Akhir Zaman terjadi berdasarkan perhitungan bahwa dunia diciptakan tahun 4026 SM dan setelah 6000 tahun jatuh pada tahun 1975 M, dimana akan dimulai kerajaan 1000 tahun. Dua tahun setelah menyaksikan kegagalan nubuatannya, dengan juga menanggung rasa malu Knorr meninggal pada tahun 1977. SSY kemudian mengembalikan tahun Akhir Zaman kembali ke tahun 1914 dengan pengertian baru bahwa Yesus sebenarnya sudah datang sebagai raja namun tidak kelihatan dan hanya dapat dilihat oleh ke-144.000 umat pilihan yang memerintah bersama Yesus yang sekarang tinggal sedikit sekali yang masih hidup.
Catatan: SSY menjadikan Alkitab sebagai buku ‘teka-teki angka-angka ramalan’ dimana angka-angka tertentu ditafsirkan secara alegoris dan sekaligus simbolis (a.l. 1 hari = 1 tahun & 1 tahun = 1000 tahun). Entah dapat dari mana, tepatnya penyerbuan Nebukadnezar menurut sejarah dunia terjadi pada tahun 587/586 SM, jadi 20 tahun bedanya dengan keyakinan SSY (607/606 SM). Tahun 1914 tidak mungkin diubah oleh SSY karena nyaris semua literatur SSY memuat nubuatan Akhir Zaman tahun 1914, jadi mengubah ramalan ini berarti merevisi terbitan SSY. Ramalan Akhir Zaman menunjukkan dengan jelas berubah-ubahnya pengajaran SSY yang disesuaikan dengan situasi & kondisi yang dianggap wahyu Tuhan oleh para pemimpinnya, seperti tahun 1914, 1915, 1918, 1925, 1975 dan kembali ke tahun 1914 dengan pengertian baru bahwa Yesus sebenarnya sudah datang dalam keadaan roh tetapi tidak kelihatan kecuali oleh sisa 144.000 yang memerintah bersama Yesus.

GEREJA DAN PENDETA
Gereja susunan kristen dan Pendeta adalah agama palsu ciptaan setan, dan terlebih kepausan dianggap sebagai ‘tamak, loba, dan meninggikan diri.’ SSY mengklaim bahwa mereka hidup setara bersaudara dengan moralitas tinggi. Hanya SSY sebagai ‘domba-domba’ yang akan hidup kekal dalam firdaus di bumi sedangkan gereja susunan kristen dan pendeta adalah ‘kambing-kambing’ (Mat.25:31-46) yang akan dimusnahkan dalam perang Harmagedon.
Catatan: Biasanya kemerosotan gereja dan kepausan pada abad pertengahan dijadikan gambarannya, padahal faktanya pada masakini baik Paus, Pastor, dan Pendeta, sekalipun ada yang menyimpang dari panggilannya, banyak yang hidup dalam kasih dan berserah penuh dalam panggilan Tuhan Yesus. Sebaliknya sekalipun tidak ada jabatan pendeta dalam SSY dan hanya penatua dan pelayan sidang, hirarki teokratis bisa lebih otoriter daripada kepausan abad pertengahan, pengajaran kebawah dilakukan secara indoktrinasi. Para penatua secara berlapis memerintah atas SSY dibawahnya dan menerapkan disiplin ketat yang bila dipertanyakan dan dilanggar umat bisa menyebabkan terkena ‘disfellowship’ (pengucilan). Badan pimpinan (governing body) sebagai hirarki puncak bersifat otoriter dan mengatas-namakan  Yehuwa. SSY yang terkena disfellowship akan terbuang dan banyak yang mengalami frustrasi dan terasing karena mereka sudah terbiasa hidupnya terikat, diatur, dan bergantung total dalam ‘persaudaraan’ kerajaan teokratis, dan demi disiplin yang melakukan trasfusi darah dikucilkan. Kita perlu berhati-hati mendengar reklame kehidupan ideal dalam SSY. Dr. Jerry Bergman, psikiater  mantan SSY banyak mengobati pasien anggota SSY. Ia mengatakan bahwa SSY yang penurut memang merasa berada di rumah yang kelihatan diluarnya indah itu kalau loyal sepenuhnya, tetapi begitu ia menunjukkan perbedaan dengan kebijakan kerajaan theokratis (biasanya karena menyelidiki Alkitab secara mandiri), ia bisa mengalami tekanan sampai disfellowsip yang berat. Sekalipun disebut etika SSY itu punya standar moral yang tinggi, Bergman menyebutkan bahwa dalam SSY juga ada yang mempraktekkan hubungan homoseksual, kecanduan narkotik, peminum alkohol sama halnya dengan masyarakat pada umumnya. Lebih-lebih tekanan otoritarianisme kerajaan teokratis banyak menghasilkan patologi psikologis, apalagi mereka yang bergabung ke dalam SSY cenderung mengisolir diri dari gereja Kristen dan keluarga mereka yang digolongkan sebagai kambing-kambing. Mencari moralitas sesuai kehendak Allah adalah juga harapan setiap orang Kristen dengan kelahiran baru yang dikerjakan oleh Roh Kudus.

PEMERINTAHAN DUNIA
SSY menganggap Pemerintah-Pemerintah di dunia sebagai ciptaan setan dan akan dimusnahkan dalam perang Harmagedon, karena itu mereka menolak menjadi pegawai negeri, tentara, mengikuti wajib militer, merayakan hari kemerdekaan atau menghormat bendera, dan menolak menyanyikan lagu kebangsaan.
Catatan: Etika dan Disiplin SSY bersifat ambigu (bermuka dua), ini bisa dilihat dalam sikap SSY terhadap Pemerintah. Pada waktu pemerintahan Nazi-Hitler, ribuan SSY di Jerman dilarang tunduk pada pemerintah dan mengalami penganiayaan, padahal beberapa presiden SSY mendukung Hitler (dokumen Erklarung, 1933, berisi pernyataan Rutherford didampingi Knorr yang bersifat anti-semit dan melawan Liga Bangsa-Bangsa, dan mendukung Kerajaan Ketiga Hitler. Sebagian besar presiden SSY berdarah Jerman). Pada 1960-an, di Malawi, pemerintah mengeluarkan peraturan agar penduduk membeli kartu keanggotaan partai penguasa. Para penatua SSY menolak sehingga puluhan ribu SSY kehilangan tanah, rumah dan pekerjaan mereka, banyak yang diperkosa, dan lainnya diusir keluar Malawi. Sebaliknya, di Meksiko setiap warga negara harus mengikuti wajib militer dan akan diberi kartu bukti bila selesai menjalankan tugas itu, pimpinan SSY menolak namun banyak diantaranya menyuap tentara untuk memperoleh kartu itu, alasan penatua adalah bahwa itu kesadaran pribadi masing-masing. Di Indonesia, sebelum dilarang banyak SSY melawan pemerintah dengan tidak mau menghormati bendera merah-putih dan menyanyikan lagu kebangsaan, namun agar bisa diizinkan kembali, SSY minta izin Pemerintah R.I. (2001).

AKHIR KATA
SSY hidup dalam fanatisme yang luar biasa, namun sayang iman mereka dibangun diatas fundasi Firman Tuhan yang terjemahannya diputar-balikkan pemimpin mereka tanpa mereka berdaya mengujinya dengan firman Tuhan sendiri. Bila kita belum banyak mengerti sebaiknya menolak kunjungan SSY karena mereka sudah terlatih berdiskusi seumur hidup (5 jam perminggu) dan memanfaatkan literatur (terutama dwimingguan ‘Menara Pengawal’ dan ‘Sedarlah’) dengan maksimal (terbit berselang-seling seminggu sekali). Namun melihat bahwa mereka mendasarkan iman mereka diatas fundasi yang rapuh, umat Kristen hendaknya terbeban untuk menolong mereka dan ‘membawa mereka kepada pengertian Alkitab yang diterjemahkan dengan benar’ dan membawanya kepada ‘Iman pengenalan pribadi akan Tuhan Yesus Kristus.’ Umat kristen yang berbeban demikian perlu memiliki sendiri hubungan pribadi dengan Yesus dan membekali diri dengan belajar Alkitab dengan seksama, dan perlu disadari bahwa kebanyakan SSY berlatar belakang dan punya pengalaman traumatis dengan kekristenan tetapi belum punya hubungan pribadi dengan Yesus. Selanjutnya dengan doa dan bimbingan Roh Kudus mengajak mereka kembali kepada Yesus Kristus Tuhan kita dan mengajaknya ikut ke gereja kristen dimana selama ini ditanamkan stereotip keliru mengenainya.
Di Amerika Serikat, puluhan ribu SSY mengundurkan diri setiap tahun, dan banyak mantan SSY mendirikan badan misi untuk mengajak para anggota SSY agar kembali kepada Tuhan Yesus Kristus. Di balik kemajuan, kegagalan demi kegagalan nubuatan akhir zaman mendorong banyak anggota SSY keluar karena tidak lagi percaya otoritas SSY, dan sepanjang sejarah SSY banyak yang kembali kepada iman akan Tuhan Yesus Kristus baik karena mereka belajar sendiri Alkitab kristen maupun karena diinjili oleh orang Kristen. Karena itu dibalik militansi SSY, mereka bukannya tidak bisa diajak kembali percaya kepada Tuhan Yesus Kristus tetapi kesempatan itu tetap terbuka. Kevin R. Quicksetelah 7 tahun menjadi SSY kembali kepada Kristus setelah menyelidiki Alkitab secara mandiri, ia menulis buku ‘Menyibak Tirai Saksi Yehuwa, pengalaman penganut Saksi Yehuwa’ (diterjemahkan LLB, 2002). William J. Schnell aktif sebagai SSY dan kembali kepada Kristus dan menulis buku ‘Thirty Years a Watchtower Slave.’ William Cetnarselama 8 tahun menjadi pejabat teras SSY sejak 1962 memimpin misi penginjilan kepada SSY dan dari penyelidikannya atas kegiatan tahunan SSY ia menemukan fakta bahwa jumlah mereka yang dibaptis mencapai duakali SSY yang aktif. Pada tahun 1970-an 15 pejabat teras di Bethel termasuk beberapa anggota Badan Pimpinan keluar dari SSY.Rene Vasquez yang menjadi misionari di Spanyol selama 7 tahun dan mengepalai seksi Spanyol di Bethel keluar, sedangkan Edward E. Dunlap, kepala Gilead School of the Bible selama 12 tahun, setelah mendalami Alkitab secara langsung juga keluar. Raymond Franz (kemenakan Frederick William Franz, presiden SSY), selama 60 tahun menjadi SSY termasuk 9 tahun menjadi anggota Governing Body, akhirnya menyadari kesalahannya bergabung dengan SSY dan menulis buku ‘Crisis of Conscience’ (2002) dan ‘In Search for Christian Freedom’ (2007). Pada tahun 1979, para-mantan SSY membentuk ‘National Convention of Ex-Jehovah’s Witnesses’ yang mengadakan pertemuan tahunan untuk membahas kesaksian pertobatan mereka dan bagaimana melayani para Saksi yang masih berada dalam lingkungan organisasi teokratis SSY.
Sama halnya dengan SSY dimana semua umat aktif melayani, seharusnya gereja-gereja Kristen juga aktif membina setiap jemaat untuk bukan sekedar menjadi anggota gereja dan pendengar kotbah yang setia, tetapi umat yang mengenal Tuhan Yesus Kristus secara pribadi, dan mengerti, menjadi taat, dan pelaku firman-Nya, dan rindu untuk ikut memberitakan firman hidup khususnya kepada SSY. ***


sumber: YABINA Ministry [http://www.yabina.org/]