Christmas Celebration Crown of Glory 2013

1 Petrus 1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmatNya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan

happy "gowasa" family

Efesus 3:16 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu

Beloved Family - Wisuda 2013

1 Yohanes 2:15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu

Wisuda UIB Tahun 2013

Matius 19:30 Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu

Mom, dad, and me

1 Petrus 1:3 Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk diatasnya. Dari hadapanNya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya

Showing posts with label Saksi Saksi Yehuwa. Show all posts
Showing posts with label Saksi Saksi Yehuwa. Show all posts

Friday, March 30, 2012

Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir


Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir adalah gereja yang didirikan oleh Joseph Smith pada 6 April 1830. Gereja ini seringkali disingkat menjadi OSZA yang dikenal juga dengan nama gereja Mormon. Dalam bahasa Inggris, namanya adalah The Church of Jesus Christ of Latter-Day Saints dan disingkat LDS. Nama Mormon yang diberikan kepada kelompok ini berkaitan dengan Kitab Suci mereka yang kedua di samping Alkitab, yaitu Kitab Mormon (The Book of Mormon).
Gereja ini merupakan salah satu gereja yang sangat cepat berkembang pada abad ke-20 dan ke-21. Pengaruh mereka sangat terasa di Amerika Serikat, khususnya dalam politik pemerintahan negara. Saat ini ada 5 orang senator AS yang berlatar belakang Mormon, yaitu Orrin Hatch dan Bob Bennett (Utah, R), Mike Crapo (Idaho, R), Harry Reid (Nevada, D), dan Gordon Smith (Oregon, R). Dunia pendidikan dan kebudayaan AS juga cukup banyak dipengaruhi oleh orang-orang Mormon, misalnya Stephen Covey yang terkenal dengan bukunya 7 Habits of Highly Effective People dan keluarga Osmond yang terkenal melalui Donny Osmond dan Mary Osmond. Paduan suara Mormon Tabernacle dapat dikatakan sebagai salah satu paduan suara terbaik di dunia dan banyak sekali pengagumnya.

Latar Belakang dan Konteks Kemunculan Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir di Amerika
Memasuki abad ke-19, kekristenan di Amerika terutama bercorak Protestan. Abad ke-19 juga merupakan masa ekspansi geografis dari bangsa Amerika yang baru terbentuk itu, bersamaan dengan ekspansi gereja-gereja mereka dimana ekpansi ke arah barat dan selatan diintensifkan dan hal ini berhasil dilakukan. Keberhasilan ini melahirkan optimisme besar yang biasanya diberi cap keagamaan bahwa mereka memahami diri sebagai bangsa pilihan Allah dan memandang benua Amerika sebagai tanah perjanjian atau Yerusalem baru. Kebangkitan semangat nasionalisme ini dimateraikan dengan semboyan religius bahwa Kerajaan seribu tahun (Kerajaan Allah) sudah berlangsung di Amerika dan Yesus akan datang untuk kedua kalinya pada akhir masa seribu tahun itu.
Keadaan ini pun membuat gereja Mormon muncul pada suasana dan iklim keagaamaan di wilayah timur-laut AS. Kebangunan Besar gelombang pertama yang dimulai pada tahun 1770-an ini berlanjut dengan serangkaian kebangunan rohani sehingga pada waktu itu semangat dan mutu kehidupan rohani dapat dikatakan sangat merosot. Revolusi dan perang kemerdekaan yang berpuncak pada tahun 1770-an dan 80-an, namun berlanjut hingga tahun 1810, telah mengakibatkan kehidupan beragama berada pada titik terendah di sepanjang sejarah bangsa itu. Pada masa itu tidak dianggap aneh atau saling bertentangan bila masyarakat di satu pihak menganut ajaran gereja dan di pihak lain menganut ilmu magic dan okultisme.
Sebagai respons terhadap keadaan ini, sejak 1820-an berlangsunglah Kebangunan besar Gelombang kedua, dengan tokoh-tokoh antara lain: Charles G. Finey dan Alexander Campbell. Semangat menginjili ke dalam dan ke luar negeri pun dilakukan. Para pengkhotbah dari bermacam-macam gereja atau aliran pun berlomba-lomba untuk mentobatkan atau mentobatkan kembali masyarakat, termasuk dengan cara membanjiri mereka dengan Alkitab, traktat dan majalah. Hal ini kemudian menimbulkan kebingungan bagi orang-orang yang ingin diinjili, termasuk Joseph Smith.

Kemunculan dan Perkembangan Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir
Gereja Mormon atau yang disebut Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir adalah aliran khas Amerika karena lahir disana sebagai agama yang baru sekalipun dalam tradisi kekristenan. Gereja ini didirikan oleh Joseph Smith. Joseph Smith lahir tanggal 23 Desember 1805 di Vermont, di lingkungan keluarga yang menganut paham universalis (menolak doktrin Trinitas). Ia adalah anak kelima dari sebelas anak dalam keluarga Joseph Smith Sr. dan Lucy Mack Smith. Ia banyak menghabiskan waktunya untuk bekerja membantu ayahnya dan kakak lelakinya menebang pohon serta bercocok tanam di tanah perjanjian keluarganya.
Pada masa itu, semangat gairah keagamaan sedang melanda bagian sebalah barat New York, tempat keluarga Smith tinggal. Keluarga Smith, seperti keluarga lainnya, menghadiri pertemuan pembaharuan iman golongan-golongan Kristen di daerah tersebut. Sementara sebagian anggota keluarganya menjadi anggota salah satu gereja, Joseph Smith tidak.  Akan tetapi, ketika Joseph Smith berusia 14 tahun, ia ingin mengetahui gereja mana yang harus ia ikuti. Oleh karena itu, ia bertanya kepada Allah dalam doa yang sungguh-sungguh, dan doanya pun dikabulkan. Ia mendapat penglihatan pertama. Sebagai jawaban atas doanya, Allah Bapa dan Putra-Nya, Yesus Kristus, menampakkan diri kepada Joseph Smith serta memberitahunya bahwa Gereja Yesus Kristus yang sejati tidak ada di bumi dan Mereka telah memilih Joseph Smith untuk memulihkannya. Salah seorang dari mereka berkata, Inilah anak yang Kukasihi, dengarkanlah dia. Mereka pun menasihatkannya agar tidak mengikuti salah satu pun dari gereja dan agama yang di sekitarnya, karena semua perhimpunan agama itu mempercayai ajaran yang keliru.
Setelah itu, Joseph Smith mengalami penampakan dengan hadirnya Moroni, putra Mormon. Moroni memberitahu Joseph tentang sejumlah lempengan emas yang ada di bukit kecil dekat Palmyra dan mengandung tulisan yang sangat berharga. Ia pun dilarang memindahkan lempengan itu dari tempat persembunyian hingga saat yang yang akan ditetapkan oleh Tuhan. Kemudian ia mendapat penglihatan yang berisi petunjuk dan izin untuk mengambil dan menerjemahkan isi lempengan emas itu.
Pada awal 1830 naskah itu terwujud secara mujizat dan menjadi sebuah buku dan diberi nama Kitab Mormon. Kitab itu merupakan kitab suci baru yang diterjemahkan dari lempengan emas. Menurut Thomas O’Dea, tema dalam Kitab Mormon adalah tiba dan bermukimnya orang Ibrani di benua Amerika sebelum era kekristenan. Tema ini pas dengan maksud untuk menjelaskan asal-usul orang indian di Amerika, yang pada masa Joseph Smith banyak diperdebatkan.
Akan tetapi, pada tahun 1829 Joseph Smith dan Oliver Cowdey menerima penyampaian imamat Harus dari Yohanes Pembaptis melalui penumpangan tangan. Kemudian mereka juga dikunjungi tiga rasul (Petrus, Yakobus dan Yohanes) untuk diserahi imamat Melkisedek. Berdasarkan hal itu, Joseph Smith pun mulai mengumpulkan pengikut.
Ia pun menerima sejumlah wahyu baru, dan pada tanggal 6 April 1830 ia pun membentuk gereja baru berdasarkan wahyu tersebut dan pada masa pembentukan itu, disingkapkanlah satu wahyu baru yang menyatakan Joseph Smith sebagai pelihat, penerjemah, nabi, rasul Yesus Kristus dan penatua gereja. Lalu Oliver Cowdery diarahkan untuk menahbiskan Joseph Smith menurut semua gelar dan jabatan tersebut. Kemudian wahyu selanjutnya memerintahkan Joseph Smith untuk menahbiskan Cowdery sebagai penatua bagi gereja Kristus.
Gereja Mormon pun berkembang pesat, terutama di daerah Nauvoo. Perkembangan ini pun membuat masyarakat non-Mormon di daerah tersebut merasa sebagai ancaman yang sangat serius bagi mereka, dan mereka pun menuduh aliran ini dengan beberapa tuduhan bahwa umat dalam aliran ini terlibat dalam kerusuhan. Hal ini menyebabkan Joseph Smith beserta Hyrum Smith dan dua orang pengikutnya dipanggil oleh gubernur setempat dan dipenjara. Kemudian, pada 27 Juni 1844 mereka ditembak ketika berada di penjara dan kematian mereka dipandang sebagai kesahidan.
Terbunuhnya Joseph Smith membuat aliran ini hidup tanpa ada yang memimpin. Kaum Mormon pun bergumul untuk menetapkan pengganti dari nabi mereka yang sudah tiada. Sidney Ridgon pun menyatakan diri layak untuk menjadi pengganti Joseph Smith, akan tetapi ia ditolak dan dikucilkan, karena keluarga Smith menuntut bahwa kepemimpinan harus tetap dipegang keluarga itu. Tetapi sebagian besar dari keduabelas rasul bersama sebagian besar umat memilih Brigham Young. Hal ini menyebabkan Brigham Young terpilih menjadi presiden dan nabi yang kedua dalam aliran Mormon.
Mayoritas umat gereja Mormon yang mendukung Brigham Young selanjutnya meninggalkan Nauvoo karena mereka tidak bisa hidup berdamai dengan tetangganya di sana. Pada bulan Mei 1846 terjadilah eksodus besar-besaran karena Nauvoo diduduki oleh kaum sosialis utopian asal Peran. Bait suci yang baru ditahbiskan pada bulan Mei 1845 itu kemudian dibakar dan disisanya hancur karena badai Tornado pada tahun 1850.
Young pun memulai babak baru dalam sejarah aliran Mormon di Salt Lake yang dipandang sebagai Sion atau Yerusalem Baru yang diidam-idamkan itu. Rakyat di daerah tersebut pun menjadi warga Mormon karena kerja keras, keuletan dan sikap positif terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi modern yang diajarkan kepada masyarakat di daerah tersebut. Selain itu, berkembang juga berbagai ajaran dan peraturan serta praktik baru. Sebagian besar berpedoman pada ajaran dan tulisan (yang dipandang sebagai kitab suci) peninggalan Joseph Smith, sedangkan sebagian lagi berdasarkan wahyu dan nubuatan yang diterima oleh pemimpin aliran ini, terutama mereka yang memegang jabatan presiden.
Salah satu pokok ajaran yang secara resmi dan ditetapkan dan diumumkan Brigham Young pada tahun 1852 di tempat itu adalah tentang poligami. Hal ini pun menimbulkan banyak protes dari dalam maupun luar kalangan Mormon, sehingga mereka melakukan upaya pembatalan melalui jalur hukum dan dukungan pemerintah. Berdasarkan hal itu, pada tahun 1890 ajaran itu resmi dibatalkan oleh nabi dan presiden keempat aliran ini, Wilford Woodruff berdasarkan wahyu khusus, dan pada tahun 1904 aliran ini secara resmi menjatuhkan sanksi pengucilan terhadap mereka yang masih mempraktikkannya.

Pokok-pokok Ajaran Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir
Pokok-pokok ajaran Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir terdapat pada dokumen Pasal-pasal Iman yang dimuat pada bagian terakhir kitab Mutiara yang Sangat Berharga.
Pasal-pasal kepercayaan tersebut antara lain :
Kami percaya kepada Allah, Bapa yang kekal, serta PutraNya, Yesus Kristus dan Roh Kudus

Kami percaya bahwa orang akan dihukum untuk dosanya sendiri dan bukan untuk pelanggaran Adam
Kami percaya bahwa melalui penebusan Kristus, seluruh umat manusia dapat diselamatkan dengan jalan mematuhi hukum-hukum serta tatacara Injil
Kami percaya bahwa azaz-azas Utama serta tatacara-tatacara Injil adalah: pertama, beriman kepada Tuhan Yesus Kristus; kedua, bertobat; ketiga, pembaptisan dengan pencelupan untuk pengampunan dosa-dosa,keempat,penumpangan tangan untuk karunia Roh Kudus
Kami percaya bahwa seseorang harus dipanggil oleh Allah, melalui nubuat, serta dengan penumpangan tangan oleh mereka yang mempunyai wewenang untuk memberitakan Injil serta melaksanakan tatacara-tatacara daripadanya
Kami percaya akan organisasi yang sama yang terdapat pada Gereja zaman dahulu, yaitu para rasul, nabi, gembala, pengajar, penyebar Injil, dan sebagainya
Kami percaya akan karunia lidah, nubuat, wahyu, penglihatan, penyembuhan, penafsiran bahasa dan sebagainya.
Kami percaya bahwa Alkitab adalah firman Allah sejauh Alkitab itu diterjemahkan secara betul; kami juga percaya bahwa Kitab Mormon adalah firman Allah
Kami percaya akan segala yang telah dinyatakan Allah, segala yang sekarang dinyatakan-Nya, dan kami percaya bahwa Dia masih akan menyatakan banyak hal yang besar dan penting mengenai kerajaan Allah
Kami percaya akan arti sesungguhnya daripada pengumpulan Israel dan pemulihan Sepuluh Suku; bahwa Sion akan ditegakkan di atas benua ini [Amerika]; bahwa Kristus secara pribadi akan memerintah di atas bumi; dan bahwa bumi akan diperbarui serta menerima kemuliaan firdausnya
Kami menuntut hak untuk memuja Allah yang Mahakuasa sesuai dengan suara hati kami, dan mengakui hak yang sama bagi semua orang; biarlah mereka memuja, bagaimana, di mana atau apapun yang mereka inginkan
Kami percaya bahwa kami harus tunduk kepada raja, presiden, penguasa serta pembesar pemerintahan, dalam mematuhi, menghormati serta menjunjung hukum
Kami percaya bahwa kami harus jujur setia, suci, bajik, berkelakuan baik dan berbuat baik terhadap semua orang; sesungguhnya, kami dapat mengatakan bahwa kami mengikuti nasihat Paulus - Kami mempercayai segala hal, kami mengharapkan segala hal, kami telah mengatasi banyak hal dan mengharapkan mampu mengatasi segala hal. Jika ada sesuatu yang bajik, yang indah atau terhormat atau patut dipuji maka kami berusaha untuk melaksanakannya
Untuk memahami pokok-pokok ajaran dalam pasal-pasal kepercayaan tersebut, berikut penjelasannya:

Allah
Menurut gereja Mormon, Allah adalah Bapa dan Allah satu-satunya yang dikenal dan dengan jelas, Bapa adalah satu pribadi yang mempunyai bentuk tertentu dengan bagian-bagian tubuhnya. Aliran ini mengetahui bahwa Bapa dan Anak keduanya ada dalam bentuk dan sosok tubuh manusia yang sempurna, masing-masing mempunyai tubuh yang nyata, sama sekali suci dan sempurna dan dipenuhi kemuliaan yang sangat besar, namun demikian, hanya satu tubuh daging dan tulang. Dengan demikian, aliran ini tidak mengakui ketritunggalan Allah, melainkan memahami masing-masing sebagai pribadi yang terpisah.

Yesus Kristus
Yesus adalah anak pertama dari Bapa di Surga. Dia juga mempunyai tubuh dari daging dan tulang. Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman akhir mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Walau pun demikian, Yesus dan Allah Bapa merupakan dua orang yang terpisah.

Kitab Suci
Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir mengakui Alkitab sebagai "firman Allah sejauh kitab itu diterjemahkan dengan benar". Mereka percaya bahwa kebanyakan terjemahan Alkitab mengandung banyak kesalahan atau dengan sengaja diubah dari teks aslinya. Perubahan-perubahan ini merupakan penyebab dari banyaknya kesalahan yang telah dilakukan oleh agama Kristen tradisional. Gereja Yesus Kristus OSZA mengakui terjemahan Alkitab versi Raja James sebagai Alkitab yang mendekati kebenaran. Selain itu, Gereja ini juga mengakui kitab-kitab berikut ini sebagai Kitab Suci mereka yang setara dengan Alkitab:
Kitab Mormon yang berisi karya Allah dengan para penduduk Amerika kuno
Ajaran dan Perjanjian, yaitu kumpulan wahyu dan pernyataan yang diilhamkan yang diberikan untuk pembentukan dan pengaturan Gereja Yesus Kristus pada akhir zaman
Mutiara yang Sangat Berharga, yaitu kumpulan wahyu, terjemahan, dan tulisan-tulisan Joseph Smith

Manusia
Semua manusia tinggal bersama Allah dan Anak-Nya, Yesus Kristus, di dalam pra kehidupan sebelum mereka masuk ke dalam dunia. Manusia pada mulanya juga bersama dengan Allah, akal budi atau terang kebenaran. Manusia tidak diciptakan atau dibuat, dan ini juga tidak dapat. Sebagaimana Allah pada mulanya, demikian pula kita sekarang, bahwa manusia bisa menjadi Allah, sama dengan “Allah-allah” lainnya.

Keselamatan
Injil Yesus Kristus dinamai dalam gereja ini sebagai rencana keselamatan. Rencana ini merupakan satu sistem aturan-aturan yang harus dilakukan untuk memperoleh keselamatan. Dengan mempercayai asas-asas yang pertama dari peraturan-peraturan Injil yang adalah: pertama, Iman di dalam Tuhan Yesus Kristus, kedua Pertobatan, ketiga Baptisan untuk pengampunan dosa, keempat: Penumpangan tangan untuk karunia Roh Kudus. Peraturan-peraturan gereja mengenai keselamatan (baptisan dan penumpangan tangan) harus dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai kedudukan sebagai imam, yaitu orang-orang yang diberi kuasa oleh Allah. Tanpa orang-orang yang ditahbiskan dan mendapat wahyu ilahi ini, yaitu orang-orang yang menjabat sebagai Imam yang kudus, maka pekerjaan pelayanan tidak dapat dilakukan dan diterima oleh Allah, atau gereja tidak dapat disempurnakan.
Baptisan itu perlu untuk keselamatan. Baptisan untuk orang mati juga diajarkan dan dilakukan oleh orang-orang Mormon. Mereka yang masih hidup dibaptiskan untuk mewakili leluhur mereka yang telah meninggal yang tidak memeluk kepercayaan Mormon. Gereja ini mengajarkan bahwa keselamatan akan disediakan bagi orang-orang yang sudah mati. Mereka yang belum mendapat kesempatan untuk mendengar khotbah orang-orang Mormon pada waktu mereka masih hidup di dunia, akan diberi kesempatan untuk bertobat setelah kematian.

Perkawinan
Dalam hal perkawinan, Tuhan berkehendak bahwa perjanjian pernikahan berlangsung untuk kehidupan ini dan untuk selama-lamanya, sedangkan praktik menikah ialah sampai kematian memisahkan yang tidak berasal dari Tuhan atau hamba-Nya, melainkan satu pengajaran yang dibuat oleh manusia”.

Prakehidupan, tujuan kehidupan ini dan kehidupan setelah kematian
Sebelum orang-orang dilahirkan di bumi ini, mereka tinggal bersama Allah Bapa dan Yesus Kristus dalam bentuk Roh. Saat itu mereka belum memiliki tubuh tetapi menjadi Roh yang berbentuk manusia. Kehidupan ini adalah waktu ujian apakah seseorang mengikuti bisikan iblis ataupun bisikan Roh Kudus yang dapat dirasakan dalam hati. Iblis akan berusaha untuk mengoda manusia berbuat jahat dan Roh Kudus akan menuntun seseorang untuk berbuat hal-hal yang baik dan benar dan semakin menjadi sempurna seperti "Allah Bapa dan Yesus Kristus adalah sempurna" (Mat 5,48). Karena manusia tidak dapat sempurna dalam kehidupan ini para anggota Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir percaya adalah sangat penting untuk tidak pernah berhenti belajar dan semakin memperhatikan ilham yang berasal dari suara Roh Kudus yang dirasakan dalam hati nurani.
Dalam ajaran gereja ini adalah penting untuk ikut teladan Yesus Kristus dalam segala hal. Beberapa asas utama dan tatacara yang penting adalah:
Iman kepada Allah Bapa dan Yesus Kristus
Pertobatan (meninggalkan segala tindakan, kata dan keinginan untuk berbuat jahat dan menjalankan kehidupan yang benar dengan mematuhi setiap perintah Allah)
Pembaptisan dengan pencelupan untuk pengampunan dosa yang dilaksanakan ketika orang sudah mampu untuk bertanggungjawab atas tindakan mereka mulai usia 8 tahun dan orang yang membaptiskan harus memiliki wewenang dari Allah, yang disebut "Imamat Harun" dalam teologi gereja
Pembaptisan dengan api dan Roh Kudus dengan penumpangan tangan. Dalam tatacara ini manusia menerima hak untuk memiliki bimbingan Roh Kudus secara terus menerus dalam kehidupannya sejauh dia tidak melanggar perintah-perintah Allah
Menjalankan setiap perintah Allah sampai akhir kehidupan yang fana ini dan bertobat atas setiap kesalahan dan dosa yang dilakukan
Dalam kebangkitan setiap orang, baik maupun jahat akan menerima tubuh yang sempurna yang tidak dapat meninggal dan sakit lagi. Dalam saat itu setiap orang akan berdiri di hadapan Allah Bapa dan Yesus Kristus untuk diadili untuk setiap tindakan dan keinginan hatinya sewaktu dia masih tinggal dalam tubuh yang fana. Dalam penghakiman itu orang akan memasuki tingkat-tingkat kemuliaan berbeda yang selaras dengan kebenaran kehidupan mereka. Adalah Kemuliaan seperti bintang, seperti bulan dan seperti matahari (lihat 1 Kor 15:41). Kemuliaan matahari adalah kemuliaan yang tertinggi dan merupakan kehidupan kekal, yang berarti untuk tinggal bersama Allah Bapa dan Yesus Kristus untuk selamanya.
Setelah kehidupan ini Roh manusia akan meninggalkan tubuh yang fana dan pergi ke suatu tempat tinggal di mana dia menunggu kebangkitan. Tempat tinggal yang disebut menjadi tempat yang indah dan damai bagi orang benar dan sebuah penjara roh untuk orang yang meninggal dalam dosa mereka, sejauh mereka tidak bertobat dalam kehidupan yang fana.
Karena pembaptisan dengan air dan Roh Kudus merupakan asas yang utama untuk keselamatan manusia, juga harusnya ada sebuah cara untuk orang yang tidak memiliki kesempatan untuk dibaptiskan dalam kehidupan yang fana. Untuk tujuan ini, para anggota Gereja menyelidiki para leluhur mereka dan membawa nama mereka ke bait suci, di mana mereka dapat dibaptiskan untuk leluhur mereka secara perwakilan (lihat 1 Kor 15:29).


Sistem Organisasi dan Pemerintahan Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir
Sistem organisasi gereja Mormon disusun pada wawasan imamat Harun dan imamat Melkisedek. Yang diperkenankan menjadi imam hanyalah pria. Kedua imamat itu terdiri dari sejumlah dewan atau kuorum yang berfungsi sebagai anak tangga dari jabatan paling rendah hingga yang paling tinggi. Imamat Harun memiliki wewenang untuk melaksanakan tatacara jasmani sakramen dan pembaptisan. Dalam imamat Harun terdapat pembagian berikut: diaken, pengajar, imam dan uskup (ada uskup yang merupakan keturunan langsung dari Harun, ada juga yang dipilih dari antara para imam besar Imamat Melkisedek).

Ada tiga kuorum dalam Imamat Harun:
Kuorum diaken, beranggotakan sampai 12 diaken. Presidensi kuorum diaken dipanggil oleh uskup dari antara anggota kuorum itu
Kuorum Pengajar, beranggotakan sampai 24 pengajar. Presidensi kuorum pengajar dipanggil oleh uskup dari antara anggota kuorum itu
Kuorum Imam, beranggotakan sampai 48 imam. Kuorum ini diketuai oleh uskup lingkungan yang kuorum itu termasuk di dalamnya. Uskup adalah imam besar dan karenanya juga termasuk dalam kuorum imam besar
Dalam imamat Harun, seseorang dapat menjadi diaken pada usia 12 tahun. Ia bertugas untuk mengedarkan sakramen kepada anggota Gereja, memelihara dengan baik gedung dan pelataran gereja, bertindak sebagai utusan bagi pemimpin imamat, serta memenuhi tugas khusus seperti mengumpulkan persembahan puasa. Jika seseorang sudah berumur 14 tahun atau lebih, ia bisa ditahbiskan sebagai pengajar (guru). Biasanya mereka melayani sebagai pengajar ke rumah dengan mengunjungi rumah anggota-anggota gereja serta mendorong mereka untuk menjalankan asas-asas Injil dengan mengajarkan kebenaran Injil dari tulisan suci. Selanjutnya, seseorang yang telah berusia 16 tahun dapat ditahbiskan menjadi imam. Imam memiliki semua tugas, hak dan kuasa dari jabatan diaken dan pengajar. Seorang imam dapat membaptis, dapat menyelenggarakan sakramen, mentahbiskan imam, pengajar dan diaken. Apabila dalam pertemuan tidak ada imamat Melkisedek, imam dan memimpin pertemuan tersebut. Ia juga harus mengkhotbahkan Injil kepada orang-orang yang ada di sekitarnya. Selanjutnya, seorang uskup ditahbiskan dan ditetapkan untuk mengetuai Imamat Harun di sebuah lingkungan. Dia adalah prsediden kuorum imam yang mengelola keuangan dan keuangan serta mengarahkan pemeliharaan bagi yang miskin dan membutuhkan.
Sedangkan Imamat Melkisedek memiliki kuasa dan memegang untuk memimpin Gereja dan mengarahkan pengkhotbahan Injil di seluruh penjuru dunia. Dalam imamat Melkisedek terdapat pembagian dan jabatan berikut: penatua, imam besar, bapa bangsa, tujuhpuluh, dan rasul. Penatua dipanggil untuk mengajar, menguraikan, menasihati, membaptis dan mengawasi Gereja. Semua pemegang imamat Melkisedek adalah penatua. Mereka memiliki wewenang untuk menganugerahkan karunia Roh Kudus dengan menumpangkan tangan dan melayani orang sakit serta memberkati anak-anak kecil. Seorang imam besar diberi wewenang untuk menjabat dalam gereja dan menyelenggarakan hal-hal rohani (lihat A&P 107:10), dan yang ditahbiskan sebagai imam besar adalah presiden wilayah, presiden misi, dewan tinggi, uskup dan pemimpin gereja.
Bapa bangsa ditahbiskan oleh presiden wilayah ketika mereka diwenangkan oleh Dewan Dua Belas untuk memberikan berkat-berkat bapa bangsa kepada anggota gereja. Berkat itu berupa tentang pemanggilan di bumi Sedangkan tujuhpuluh adalah saksi khusus bagi Yesus Kristus kepada dunia dan membantu membangun dan mengatur gereja di bawah arahan Presiden Utama dan Kuorum Dua Belas Rasul. Selain itu, Rasul juga merupakan saksi khusus bagi nama Yesus Kristus di seluruh dunia dengan melakukan urusan-urusan gereja di dunia Mereka yang mendapat jabata rasul ditetapkan sebagai anggota Kuorum Dua Belas Rasul. Dengan demikian, oara pemegang Imamat Melkisedek diorganisasi ke dalam kuorum-kuorum berikut:
kuorum Penatua di mana setiap kuorum penatua dibentuk untuk pengurus tetap; walaupun demikian mereka dapat bepergian, tetapi sekarang mereka ditahbiskan menjadi pengurus tetap. Kuorum ini beranggotakan 96 penatua, yang diketuai oleh sebuah presidensi kuorum, yang apabila jumlah ini terlampaui, kuorum dapat dipecah
kuorum Imam Besar di mana setiap kuorum mencakup imam besar yang tinggal dalam batasan-batasan wilayah, termasuk bapa bangsa dan uskup sedangkan presiden wilayah dan para penasihatnya adalah presidensi wilayah dan para penasihatnya adalah presidensi kuorum ini dan imam besar di setiap lingkungan diorganisasi dalam sebuah kelompok dengan seorang pemimpin kelompok
Pada puncak hirarki gereja ini terdapat satu badan yang disebut General Authorities. Badan ini terdiri dari seorang presiden, dua penasihat dan dewan dua belas rasul. Presiden dipandang sebagai nabi yang menerima wahyu ilahi, pelihat dan penyingkap gereja yang dipulihkan. Presiden juga menunjuk dan mengangkat seluruh anggota General Authorities yang calon-calonnya terlebih dahulu dipilih warga dan pejabat Mormon yang menghadiri konferensi umum setiap tahun di Salt Lake City. Ketua dewan dua belas rasul biasanya diangkat menjadi presiden baru bila presiden yang lama meninggal dunia.

Nah, buat teman-teman yang ingin tahu lebih banyak, berikut ada link situs resmi mereka.


Sumber: wikipedia

Friday, September 3, 2010

Saksi Saksi Yehuwa


Tuhan Yesus berfirman: “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah 1:8)
Saksi-Saksi Yehuwa (SSY) dirintis Charles Taze Russell (lahir 1852) yang senang belajar Alkitab namun menolak Yesus adalah Allah, dan adanya hukuman kekal dan neraka. Terpengaruh ajaran Akhir Zaman Adventisme, pada tahun 1877 ia menulis risalah tentang kedatangan kembali Yesus yang sudah dimulai pada tahun 1874 dan setelah persiapan selama 40 tahun akan digenapi pada Akhir Zaman pada tahun 1914 disusul kedatangan kerajaan 1000 tahun. Pada tahun 1884 ia mendirikan ‘Watchtower Bible and Tract Society.’ Ia meninggal tahun 1916 dan digantikan Joseph Franklin Rutherford(1869-1942) yang memimpin secara diktator sehingga SSY terpecah, pengikut yang setia kepada Russell disebut ‘Russellit’ dan pengikut Rutherford yang pada tahun 1931 menggunakan nama ‘Jehovah’s Witnesses’ (Saksi-Saksi Yehuwa). Penggantinya adalah Nathan Homer Knorr (1942-1977),Frederick William Franz (1977-1992), dan Milton G. Henzel (1993). Pada tahun 2000 terjadi gejolak organisasi dimana Henzel dilengserkan (sebelumnya presiden diganti setelah meninggal) dan semua anggota pengurus diturunkan dari perusahaan SSY, Henzel digantikan oleh Don Alden Adams. Dibalik kampanye mengenai kesatuan organisasi banyak kelompok kecil memisahkan diri dan bersikap otonom dan tidak tunduk pada pemerintahan teokrasi kantor pusat Bethel (Brooklyn, USA).
Berkas:Watchtower headquarters.jpg
NAMA SAKSI-SAKSI YEHUWA
Semula pengikut Russel disebut ‘Bible Students‘ (Siswa-Siswa Alkitab), namun pada tahun 1931 dibawah Rutherford nama itu diganti menjadi ‘Jehovah’s Witnesses’ (‘Saksi-Saksi Yehuwa’ yang didasarkan ayat Yes.43:10).
Catatan: Perlu disadari bahwa ayat Yesaya dari konteksnya tertuju bani Israel keturunan Yakub dimana mereka disebut Saksi-Saksi, dan dalam Perjanjian Baru umat Kristen adalah ‘Saksi-Saksi Kristus’ (Kis.1:8) dan disebut ‘Kristen’ (Kis.11:26).
KITAB SUCI TERJEMAHAN DUNIA BARU
SSY mengaku berpaut kepada Alkitab dan mengikuti apa yang ditulis dalam Taurat, Zabur, dan Injil. Semula Russell dan Rutherford masih menggunakan Alkitab kristen KJV tetapi kemudian menolak ajaran ‘Yesus adalah Allah dan juga hukuman kekal & neraka,’ dan membuat pengajaran sendiri yang ditulis dalam 7 buku Russel: ‘Studies in the Scripture’ dan majalah ‘Watchtower’ (Menara Pengawal). Karena Alkitab Kristen dianggap salah dan sudah diubah oleh tradisi gereja, SSY menggunakan terjemahan kata-per-kata Holmer Linear Bible yang memuat catatan pinggir yang merupakan penjelasan dari publikasi Watchtower dari tahun 1985–1901, dan pada tahun 1902 digunakan terjemahan kata-per-kata Emphatic Diaglott  karya Benyamin Wilson (Unitarian Christadelphian). Dibawah Nathan Homer Knorr diterbitkan ‘New World Translation of the Holy Scripture’ (disingkat NW, 1961, terjemahan Indonesia ‘Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru,’ 1999).
Catatan: NW tidak dapat disebut sebagai terjemahan karena tidak diterjemahkan dari naskah asli bahasa Ibrani dan Yunani melainkan hasil olahan dari terjemahan kata-per-kataHolmar Linear Bible dan Emphatic Diaglot dengan memasukkan pengajaran Watchtower ke dalamnya, jadi berbentuk buku penafsiran (paraphrase), dengan tambahan 125.000 catatan pinggir, 11.400 catatan kaki, dan konkordansi. Terjemahan ke bahasa-bahasa lain hanya boleh diterjemahkan dari NW (bhs. Inggeris) oleh mereka yang diangkat oleh kantor pusat di Brooklyn.
MENOLAK TRITUNGGAL
SSY menolak Allah Tritunggal yang dianggapnya sebagai ‘Tuhan berkepala tiga’ ajaran kafir Yunani yang dihasilkan konsili Nicea (325), dan menganggap Tuhan adalah Esa(echad, Ul.6:4) dan namanya adalah Jehovah (Yehuwa.)
Catatan: SSY mengabaikan fakta bahwa ajaran Tritunggal sudah terkandung dalam Alkitab PL dan PB sejak abad pertama, namun pada abad IV ada penatua bernama Ariusyang terpengaruh Neo-Platonisme (filsafat yunani) mengenai penciptaan yang makin kebawah makin rendah, dan menyimpulkan Yesus adalah ciptaan lebih rendah dari Bapa, dan roh kudus lebih rendah lagi dan hanya tenaga aktif yang bukan pribadi. Arianisme ditolak Konsili Nicea secara mayoritas dan kemudian meredup. Pada abad XIX Arianisme mengalami kebangunan kembali dalam bentuk Unitarianisme yang diikuti Christadelphian dan kemudian Jehovah’s Witnesses (SSY). Belakangan ini di Indonesia berkembangKristen Tauhid yang aktif menyebarkan ajaran unitarian universalis melalui buku-buku dan ceramah (a.l. bestseller karya Frans Donald, Allah dalam Alkitab & Al Quran, Borobudur, 2005). Kristen Tauhid menggunakan penafsiran SSY atas Alkitab dalam buku-buku mereka.
KRISTOLOGI
SSY menyebut Yesus bukan Allah melainkan ciptaan pertama (Ams.8:22; Why.3:14; Kol.1:16) yang lebih rendah dari Allah (Yoh.14:28), dan hanya ‘suatu allah’ (a god, Yoh.1:1). Ia diangkat Yehuwa sebagai rekan penciptaan, dan hidup dibumi sebagai manusia sempurna dan mati menggantikan dosa Adam menjadi teladan penebusan. Yesus dianggap lebih rendah dari malaekat (Ibr.2:9) dan adalah titisan malaekat Mikhail. Dalam Ams.8:22, ‘hikmat’ yang diciptakan pertama dianggap tertuju pada Yesus. Yesus dipercaya sudah datang kembali sebagai raja pada tahun 1914 untuk mempersiapkan perang Harmageddon dan mulai memerintah di bumi selama 1000 tahun, pada perang Harmageddon, pemerintahan dunia dan susunan kristen akan dimusnahkan.
Catatan: Perlu diketahui bahwa ‘hikmat’ dalam Ams.8:22 bergender feminim jadi tidak tepat kalau ditafsirkan sebagai Yesus yang ‘Putra’ Allah, demikian juga Why.3:14 mengenai ‘awal’ dari ciptaan Allah yang dianggap pertama, artinya ‘sumber’ ciptaan Allah, karena Yohanes biasa menggunakan istilah ‘arche’ yang diartikan sebagai ‘sumber pada mulanya sebelum ada ciptaan’ (Kej.1:1 LXX dan Yoh.1:1 menggunakan kata ‘arche’) dan dalam kitab Wahyu Bapa dan Anak sama disebut ‘alpha/arche’ dan ‘omega/telos.’ Ada manipulasi ayat dalam Yoh.1:1 dimana kalau ditambahkan kata sandang ‘ho/ton’ dianggap berarti ‘theos’ (tanpa suatu) sedangkan kalau tanpa kata sandang ‘ho/ton’ berarti ‘suatu (theos),’ padahal pada ayat 6,12,13,18 juga tidak ada kata sandang yang tertuju Bapa tetapi tidak ditambahkan ‘suatu (theos)’ dalam terjemahan NW, dan Kol.1:16 dimana ditambahkan kata ‘other’ (NW/lain) yang memberi kesan Yesus adalah ciptaan juga disamping yang lain padahal naskah aslinya tidak ada kata ‘lain.’ Yoh.14:28 menunjuk pada pengakuan Yesus ketika Ia menjadi manusia diturunkan menjadi lebih rendah dari malaekat untuk seketika lamanya (Ibr.2:9, band.Flp.2:5-8). Ibr.2:9 oleh SSY untuk merendahkan Yesus ditafsirkan tanpa kata ‘untuk waktu yang singkat’ (yun: brachu) sehingga ada kesan Yesus selamanya lebih rendah dari malaekat, tapi ini berkontradiksi dengan ajaran dimana Yesus disebut titisan Mikhael, penghulu malaekat. Flp.2:5-8 juga diterjemahkan ‘tidak pernah mempertimbangkan untuk merebut kedudukan, yaitu agar ia setara dengan Allah.’ Padahal terjemahan yang benar justru mengatakan bahwa ‘tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan’ yang berarti ‘Allah yang merendahkan diri sebagai manusia dan taat sampai mati’ (demi misi penebusan manusia). Dari sini kita perlu sadar bahwa berdiskusi menggunakan NW mengarah pada ajaran SSY tetapi Alkitab Kristen yang diterjemahkan dari naskah asli menyebut bahwa setelah kebangkitannya Yesus sudah menyatakan dirinya dalam kemuliaan yang sama dengan Bapa. Yesus dengan tegas mengatakan bahwa ‘Aku telah ada’ (Yoh.8:58, ‘ego eimi’ yang dalam Septuaginta disebutkan oleh YHWH sendiri, Kel.3:14), Yesus menyebut diri-Nya Tuhan’ (Yoh.13:13-14), dan Thomas berseru ‘Ya Tuhanku dan Allahku’ (Yoh.20:28), dll.

MENGENAI ROH KUDUS
SSY menyebut Roh Kudus hanya ‘tenaga aktif Allah’ dan Kej.1:2 dimana aslinya ditulis ‘ruach elohim’ tapi diterjemahkan ‘tenaga aktif Allah’ dengan alasan bahwa ‘ruach’ itu adalah tenaga atau nafas Allah. Pengaruh neo-Platonis jelas disini dimana Yesus dianggap lebih rendah dari Allah dan roh kudus lebih rendah lagi dari Yesus dan hanya ‘tenaga aktif Allah dan bukan pribadi.’ Dalam rumus baptisan ‘Roh Kudus’ (huruf pertama kata capital) dalam NW diterjemahkan ‘roh kudus’ (semua huruf kecil) yang maksudnya roh yang menggerakkan organisasi teokratis SSY.
Catatan: Ruach (Yunani: pneuma) bisa berarti angin atau nafas, namun ruach (pneuma)  juga berarti ‘pribadi roh rational’ di banyak bagian Alkitab. Strong Concordancemenyebut ‘ruach’ sebagai ‘angin, nafas,’ tapi juga ‘roh pribadi rasional.’ ‘Pneuma’ juga disebut sebagai ‘angin, nafas’ tapi juga ‘roh pribadi manusia rasional’ atau ‘mahluk roh rasional seperti malaekat, setan dan Roh Allah, Roh Kristus, dan Roh Kudus.’ Yoh.4:24 menyebut ‘Allah itu Roh’ (pneuma ho theos), disini ‘pneuma’ menunjuk pada ‘pribadi Roh’ (band. Ayb.33:4). Benar bahwa dalam Alkitab ‘hikmat, dosa, dan kematian’ kadang dipersonifinkasikan, tapi itu tidak berarti bahwa semua yang mengenai Roh Kudus dipersonifikasikan sama seperti itu, sebab Roh Kudus dapat dijadikan sedih atau duka (Yes.63:10; Ef.4:30), dihujat atau dihina (Mat.12:31; Ibr.10:29), dibohongi (Kis.5:3), dan dicobai & diuji (Kis.5:9). Tidak ada tenaga tak berpribadi menunjukkan kesedihan atau cinta-kasih demikian kecuali pribadi, ciri-ciri pribadi demikian tidak dimiliki oleh hikmat, dosa, dan kematian. Di seluruh Alkitab kita melihat Roh Kudus sebagai pribadi, melakukan hal-hal yang hanya bisa dilakukan pribadi. Ia memiliki pikiran, itelegensia, pengetahuan (Rm.8:27; 1Kor.2:11), kemauan (1Kor.12:1), menunjukkan cinta dan kasih-sayang (Rm.15:30), berbicara kepada Filipus (Kis.8:29), menyuruh Petrus (Kis.11:12), menyuruh jemaat mengkhususkan Paulus dan Barnabas untuk tugas pelayanan (Kis.13:2,4). Pada suatu kesempatan Ia melarang Paulus berbicara di propinsi Asia (Kis.16:6-7), berbicara kepada sidang jemaat (Why.2:7,11,17,29), dan bergabung dengan gereja mengundang yang lain untuk datang (Why.22:7). Roh Kudus memiliki kepribadian yang jelas, dan berkuasa mengurapi dan memberi kuasa kepada Para murid. Dalam Kis.1:8 dibedakan antara ‘kuasa’ dan ‘Roh Kudus,’ Roh Kuduslah yang memberi kuasa pada para murid kalau Ia sudah hadir dalam diri para murid.

PENEBUSAN DAN KESELAMATAN
Yesus tidak menebus umat manusia melainkan hanya menebus dosa Adam yang pertama, dan menjadi teladan bagi penebusan dosa manusia pada umumnya. Yesus dianggap sebagai tergantung di tiang siksaan (batang pohon lurus). Keselamatan diperoleh melalui ‘kesetiaan kepada Yehuwa dan menjadi saksi-saksi Yehuwa yang mentaati hukum-hukumnya, dan memberitakan kerajaan Yehuwa,’
Catatan: Sejak awal salib kristen disebut berbentuk silang (cross = silang). Alkitab menyebut di kayu salib ada tulisan yang diletakkan diatas kepala Yesus (Mat.27:37), kalau Yesus digantung di tiang siksaan dengan tangan dipaku diatas kepalanya tentulah disebut ‘diatas tangan’ Yesus. Bagi SSY, pencurahan darah Yesus tidak ada artinya untuk penebusan umat manusia, umat manusia bisa mencapai keselamatan dengan menjadi SSY yang rajin mengabarkan kerajaan teokratis, dan memberitakan kerajaan Yehuwa,’ jadi sifatnya usaha baik manusia,’ tidak ada Anugerah Allah melalui darah Kristus. Yesus yang ‘bangkit dari kubur dalam keadaan daging’ ditolak dan dianggap Yesus mati dan dikubur, dan Ia hanya bangkit dalam roh dan tubuh jasadnya dimusnahkan Allah. Karena itu SSY tidak merayakan ‘Paskah Kebangkitan,’ melainkan hanya melakukan Perjamuan Malam setahun sekali, dan hanya umat SSY yang termasuk 144.000 orang pilihan yang masuk sorga dan memerintah bersama Kristus saja yang boleh ‘makan dan minum dalam perjamuan malam’ yang jumlahnya saat ini tinggal sedikit sekali yang masih hidup.

KEMATIAN MANUSIA
Bagi SSY, ‘manusia tidak memiliki jiwa yang kekal, orang mati hanya tidur rohani dan sama sekali tidak sadar akan apa pun’ (Pkh.9:5), dan baru akan dibangunkan nanti pada saat hari penghakiman, dimana SSY akan hidup kekal mendiami firdaus di bumi dan non-SSY akan dimusnahkan. SSY tidak mengakui adanya ‘Neraka’ (Yer.7:31) dan hukuman kekal.
Catatan: Mat.10:28  menyebut jiwa bersifat kekal dibandingkan tubuh yang fana, dan neraka adalah realita yang disebutkan oleh Yesus dimana Ia berbicara mengenai ‘api yang tak terpadamkan dimana ada ratapan dan kertak gigi’ (Mat.8:12;25:30) dan ‘Orang kaya sudah merasakan panasnya nyala api ketika ia mati’ (Luk.16:25). Neraka adalah tempat hukuman terakhir berupa lautan api yang tidak terpadamkan (Why.20:14).

AKHIR ZAMAN
Akhir Zaman adalah obsesi terbesar Russell, dan jantung kepercayaan SSY. Semula Yesus dianggap datang dalam keadaan Roh tahun 1874 dan setelah 40 tahun persiapan Akhir Zaman dianggap Yesus datang sebagai raja pada tahun 1914 disusul kerajaan 1000 tahun dimana dinubuatkan pemerintahan dunia dan susunan kristen akan dimusnahkan dalam perang Harmagedon, namun karena Yesus tidak datang direvisi menjadi tahun 1915 kemudian 1918, namun pada tahun 1916 Russel meninggal dunia dalam kekecewaan dan sakit. Perhitungan didasarkan angka 7 masa (Dan.4:10-17,25) atau hukuman 7 kali lipat (Im.26:18) yang dianggap 7 X 360 hari = 2520 tahun (1 hari = 1 tahun) dimulai tahun 607/606 ketika hukuman dimulai dengan penyerbuan raja Babel Nebukadnezar ke Israel, dan angka itu menunjuk tahun 1914. Karena belum datang jugaRutherford kemudian meralatnya menjadi tahun 1925 dalam bukunya ‘Millions Now Living Will Never Die.’ Ia bahkan membangun perumahan mewah Beth Sharim (Rumah Pangeran) di San Diego untuk menantikan kebangkitan pertama Abraham, Ishak, dan Yakub. Namun Akhir Zaman tetap belum datang dan Rutherford dalam kecanduan alkohol meninggal di tahun 1942 dan dikuburkan di Beth Sharim, tempat yang kemudian dijual (1948) untuk menutup aib nubuatan itu. Knorr, penggantinya, meramalkan tahun 1975 Akhir Zaman terjadi berdasarkan perhitungan bahwa dunia diciptakan tahun 4026 SM dan setelah 6000 tahun jatuh pada tahun 1975 M, dimana akan dimulai kerajaan 1000 tahun. Dua tahun setelah menyaksikan kegagalan nubuatannya, dengan juga menanggung rasa malu Knorr meninggal pada tahun 1977. SSY kemudian mengembalikan tahun Akhir Zaman kembali ke tahun 1914 dengan pengertian baru bahwa Yesus sebenarnya sudah datang sebagai raja namun tidak kelihatan dan hanya dapat dilihat oleh ke-144.000 umat pilihan yang memerintah bersama Yesus yang sekarang tinggal sedikit sekali yang masih hidup.
Catatan: SSY menjadikan Alkitab sebagai buku ‘teka-teki angka-angka ramalan’ dimana angka-angka tertentu ditafsirkan secara alegoris dan sekaligus simbolis (a.l. 1 hari = 1 tahun & 1 tahun = 1000 tahun). Entah dapat dari mana, tepatnya penyerbuan Nebukadnezar menurut sejarah dunia terjadi pada tahun 587/586 SM, jadi 20 tahun bedanya dengan keyakinan SSY (607/606 SM). Tahun 1914 tidak mungkin diubah oleh SSY karena nyaris semua literatur SSY memuat nubuatan Akhir Zaman tahun 1914, jadi mengubah ramalan ini berarti merevisi terbitan SSY. Ramalan Akhir Zaman menunjukkan dengan jelas berubah-ubahnya pengajaran SSY yang disesuaikan dengan situasi & kondisi yang dianggap wahyu Tuhan oleh para pemimpinnya, seperti tahun 1914, 1915, 1918, 1925, 1975 dan kembali ke tahun 1914 dengan pengertian baru bahwa Yesus sebenarnya sudah datang dalam keadaan roh tetapi tidak kelihatan kecuali oleh sisa 144.000 yang memerintah bersama Yesus.

GEREJA DAN PENDETA
Gereja susunan kristen dan Pendeta adalah agama palsu ciptaan setan, dan terlebih kepausan dianggap sebagai ‘tamak, loba, dan meninggikan diri.’ SSY mengklaim bahwa mereka hidup setara bersaudara dengan moralitas tinggi. Hanya SSY sebagai ‘domba-domba’ yang akan hidup kekal dalam firdaus di bumi sedangkan gereja susunan kristen dan pendeta adalah ‘kambing-kambing’ (Mat.25:31-46) yang akan dimusnahkan dalam perang Harmagedon.
Catatan: Biasanya kemerosotan gereja dan kepausan pada abad pertengahan dijadikan gambarannya, padahal faktanya pada masakini baik Paus, Pastor, dan Pendeta, sekalipun ada yang menyimpang dari panggilannya, banyak yang hidup dalam kasih dan berserah penuh dalam panggilan Tuhan Yesus. Sebaliknya sekalipun tidak ada jabatan pendeta dalam SSY dan hanya penatua dan pelayan sidang, hirarki teokratis bisa lebih otoriter daripada kepausan abad pertengahan, pengajaran kebawah dilakukan secara indoktrinasi. Para penatua secara berlapis memerintah atas SSY dibawahnya dan menerapkan disiplin ketat yang bila dipertanyakan dan dilanggar umat bisa menyebabkan terkena ‘disfellowship’ (pengucilan). Badan pimpinan (governing body) sebagai hirarki puncak bersifat otoriter dan mengatas-namakan  Yehuwa. SSY yang terkena disfellowship akan terbuang dan banyak yang mengalami frustrasi dan terasing karena mereka sudah terbiasa hidupnya terikat, diatur, dan bergantung total dalam ‘persaudaraan’ kerajaan teokratis, dan demi disiplin yang melakukan trasfusi darah dikucilkan. Kita perlu berhati-hati mendengar reklame kehidupan ideal dalam SSY. Dr. Jerry Bergman, psikiater  mantan SSY banyak mengobati pasien anggota SSY. Ia mengatakan bahwa SSY yang penurut memang merasa berada di rumah yang kelihatan diluarnya indah itu kalau loyal sepenuhnya, tetapi begitu ia menunjukkan perbedaan dengan kebijakan kerajaan theokratis (biasanya karena menyelidiki Alkitab secara mandiri), ia bisa mengalami tekanan sampai disfellowsip yang berat. Sekalipun disebut etika SSY itu punya standar moral yang tinggi, Bergman menyebutkan bahwa dalam SSY juga ada yang mempraktekkan hubungan homoseksual, kecanduan narkotik, peminum alkohol sama halnya dengan masyarakat pada umumnya. Lebih-lebih tekanan otoritarianisme kerajaan teokratis banyak menghasilkan patologi psikologis, apalagi mereka yang bergabung ke dalam SSY cenderung mengisolir diri dari gereja Kristen dan keluarga mereka yang digolongkan sebagai kambing-kambing. Mencari moralitas sesuai kehendak Allah adalah juga harapan setiap orang Kristen dengan kelahiran baru yang dikerjakan oleh Roh Kudus.

PEMERINTAHAN DUNIA
SSY menganggap Pemerintah-Pemerintah di dunia sebagai ciptaan setan dan akan dimusnahkan dalam perang Harmagedon, karena itu mereka menolak menjadi pegawai negeri, tentara, mengikuti wajib militer, merayakan hari kemerdekaan atau menghormat bendera, dan menolak menyanyikan lagu kebangsaan.
Catatan: Etika dan Disiplin SSY bersifat ambigu (bermuka dua), ini bisa dilihat dalam sikap SSY terhadap Pemerintah. Pada waktu pemerintahan Nazi-Hitler, ribuan SSY di Jerman dilarang tunduk pada pemerintah dan mengalami penganiayaan, padahal beberapa presiden SSY mendukung Hitler (dokumen Erklarung, 1933, berisi pernyataan Rutherford didampingi Knorr yang bersifat anti-semit dan melawan Liga Bangsa-Bangsa, dan mendukung Kerajaan Ketiga Hitler. Sebagian besar presiden SSY berdarah Jerman). Pada 1960-an, di Malawi, pemerintah mengeluarkan peraturan agar penduduk membeli kartu keanggotaan partai penguasa. Para penatua SSY menolak sehingga puluhan ribu SSY kehilangan tanah, rumah dan pekerjaan mereka, banyak yang diperkosa, dan lainnya diusir keluar Malawi. Sebaliknya, di Meksiko setiap warga negara harus mengikuti wajib militer dan akan diberi kartu bukti bila selesai menjalankan tugas itu, pimpinan SSY menolak namun banyak diantaranya menyuap tentara untuk memperoleh kartu itu, alasan penatua adalah bahwa itu kesadaran pribadi masing-masing. Di Indonesia, sebelum dilarang banyak SSY melawan pemerintah dengan tidak mau menghormati bendera merah-putih dan menyanyikan lagu kebangsaan, namun agar bisa diizinkan kembali, SSY minta izin Pemerintah R.I. (2001).

AKHIR KATA
SSY hidup dalam fanatisme yang luar biasa, namun sayang iman mereka dibangun diatas fundasi Firman Tuhan yang terjemahannya diputar-balikkan pemimpin mereka tanpa mereka berdaya mengujinya dengan firman Tuhan sendiri. Bila kita belum banyak mengerti sebaiknya menolak kunjungan SSY karena mereka sudah terlatih berdiskusi seumur hidup (5 jam perminggu) dan memanfaatkan literatur (terutama dwimingguan ‘Menara Pengawal’ dan ‘Sedarlah’) dengan maksimal (terbit berselang-seling seminggu sekali). Namun melihat bahwa mereka mendasarkan iman mereka diatas fundasi yang rapuh, umat Kristen hendaknya terbeban untuk menolong mereka dan ‘membawa mereka kepada pengertian Alkitab yang diterjemahkan dengan benar’ dan membawanya kepada ‘Iman pengenalan pribadi akan Tuhan Yesus Kristus.’ Umat kristen yang berbeban demikian perlu memiliki sendiri hubungan pribadi dengan Yesus dan membekali diri dengan belajar Alkitab dengan seksama, dan perlu disadari bahwa kebanyakan SSY berlatar belakang dan punya pengalaman traumatis dengan kekristenan tetapi belum punya hubungan pribadi dengan Yesus. Selanjutnya dengan doa dan bimbingan Roh Kudus mengajak mereka kembali kepada Yesus Kristus Tuhan kita dan mengajaknya ikut ke gereja kristen dimana selama ini ditanamkan stereotip keliru mengenainya.
Di Amerika Serikat, puluhan ribu SSY mengundurkan diri setiap tahun, dan banyak mantan SSY mendirikan badan misi untuk mengajak para anggota SSY agar kembali kepada Tuhan Yesus Kristus. Di balik kemajuan, kegagalan demi kegagalan nubuatan akhir zaman mendorong banyak anggota SSY keluar karena tidak lagi percaya otoritas SSY, dan sepanjang sejarah SSY banyak yang kembali kepada iman akan Tuhan Yesus Kristus baik karena mereka belajar sendiri Alkitab kristen maupun karena diinjili oleh orang Kristen. Karena itu dibalik militansi SSY, mereka bukannya tidak bisa diajak kembali percaya kepada Tuhan Yesus Kristus tetapi kesempatan itu tetap terbuka. Kevin R. Quicksetelah 7 tahun menjadi SSY kembali kepada Kristus setelah menyelidiki Alkitab secara mandiri, ia menulis buku ‘Menyibak Tirai Saksi Yehuwa, pengalaman penganut Saksi Yehuwa’ (diterjemahkan LLB, 2002). William J. Schnell aktif sebagai SSY dan kembali kepada Kristus dan menulis buku ‘Thirty Years a Watchtower Slave.’ William Cetnarselama 8 tahun menjadi pejabat teras SSY sejak 1962 memimpin misi penginjilan kepada SSY dan dari penyelidikannya atas kegiatan tahunan SSY ia menemukan fakta bahwa jumlah mereka yang dibaptis mencapai duakali SSY yang aktif. Pada tahun 1970-an 15 pejabat teras di Bethel termasuk beberapa anggota Badan Pimpinan keluar dari SSY.Rene Vasquez yang menjadi misionari di Spanyol selama 7 tahun dan mengepalai seksi Spanyol di Bethel keluar, sedangkan Edward E. Dunlap, kepala Gilead School of the Bible selama 12 tahun, setelah mendalami Alkitab secara langsung juga keluar. Raymond Franz (kemenakan Frederick William Franz, presiden SSY), selama 60 tahun menjadi SSY termasuk 9 tahun menjadi anggota Governing Body, akhirnya menyadari kesalahannya bergabung dengan SSY dan menulis buku ‘Crisis of Conscience’ (2002) dan ‘In Search for Christian Freedom’ (2007). Pada tahun 1979, para-mantan SSY membentuk ‘National Convention of Ex-Jehovah’s Witnesses’ yang mengadakan pertemuan tahunan untuk membahas kesaksian pertobatan mereka dan bagaimana melayani para Saksi yang masih berada dalam lingkungan organisasi teokratis SSY.
Sama halnya dengan SSY dimana semua umat aktif melayani, seharusnya gereja-gereja Kristen juga aktif membina setiap jemaat untuk bukan sekedar menjadi anggota gereja dan pendengar kotbah yang setia, tetapi umat yang mengenal Tuhan Yesus Kristus secara pribadi, dan mengerti, menjadi taat, dan pelaku firman-Nya, dan rindu untuk ikut memberitakan firman hidup khususnya kepada SSY. ***


sumber: YABINA Ministry [http://www.yabina.org/]