Christmas Celebration Crown of Glory 2013

1 Petrus 1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmatNya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan

happy "gowasa" family

Efesus 3:16 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu

Beloved Family - Wisuda 2013

1 Yohanes 2:15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu

Wisuda UIB Tahun 2013

Matius 19:30 Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu

Mom, dad, and me

1 Petrus 1:3 Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk diatasnya. Dari hadapanNya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya

Monday, March 4, 2013

Tidak Ada yang Dapat Menghambat Orang ini

Saya menyukai buku Chicken Soup for The Soul :). Saya terkadang menyempatkan waktu untuk membaca beberapa cerita yang disuguhkan didalamnya untuk membangkitkan inspirasi, semangat, dan memotivasi saya dalam kehidupan sehari-hari saya. Begitu pula hari ini, saya menemukan sebuah bacaan mengenai seorang atlet pelari, Glenn Cunningham. Lalu saya mencoba googling dengan key word "Glenn Cunningham" dan ternyata banyak artikel yang mengungkapkan kisah hidupnya dan memberi inspirasi pada beberapa blog lainnya. Beberapa diantaranya adalah diceritakan ulang oleh Joseph Heryawan dari blognya Gudangnya Cerita "Glenn Cunningham: Never Lose Your Dream", The Beloved Son dari blognya My Side Blog-The Beloved Son-Only for Christian "Glenn Cunningham: Never Quit", Zaffara dalam "Virus untuk Indonesia", dan blog lainnya berjudul "Belajar dari Glenn Cunningham". Menarik bukan?? Saya senang, meski mungkin artikel mengenainya sudah lama tersebar, namun mungkin tidak sedikit diluar sana yang masih belum mengetahui semangat pantang menyerahnya yang dapat memberi kita motivasi untuk terus berjuang dalam hidup ini. Dalam salah satu blog tersebut saya menemukan kata yang diungkapkan oleh Glenn Cunningham, "saya lebih baik mati daripada saya hidup biasa-biasa saja". WOW!! Bukankah itu sungguh baik?! Satu kalimat yang terlintas dalam benak saya, "apapun itu, lakukanlah yang terbaik yang mampu saya lakukan, maka hidup saya tidak akan pernah menjadi biasa-biasa saja" :)

Penasaran tentang Glenn? ^^


Ketika berumur lima tahun, Glenn Cunningham mengalami luka bakar yang parah di bagian tungkainya. Para dokter yang merawat terpaksa angkat tangan. Menurut mereka, Glenn akan tetap cacat dan terpaksa menggunakan kursi seumur hidupnya. "Ia takkan bisa berjalan lagi," kata mereka.

Para dokter itu memang memeriksa keadaan tungkainya, namun tidak mungkin mereka bisa melihat ke dalam lubuk hatinya. Glenn tidak memedulikan kata-kata mereka. Ia bertekad pasti akan bisa berjalan lagi. Sementara masih terkapar di tempat tidur, dengan kakinya yang kurus dan tampak merah bekas luka bakar, ia berikrar, "Minggu depan, aku akan bangun dari tempat tidur. Aku akan berjalan." Dan itu benar-benar dilakukannya.

Ibunya bercerita betapa ia sering menyingkapkan tirai dan memandang ke luar, memperhatikan Glenn meraihkan tangan ke atas untuk menggenggam gagang sebuah alat pembajak tanah yang sudah tidak dipakai lagi. Di pekarangan, dengan kedua tangannya menggenggam gagang bajak, ia mulai melatih kakinya yang cacat. Dan setiap langkah yang menyakitkan, semakin dekat pula dia ke tujuan yang telah diikrarkannya, yaitu bisa berjalan lagi. Tidak lama kemudian ia sudah mulai berlari-lari dengan lambat, makin lama makin cepat dengan gerakan semakin pasti.

"Aku sejak awal sudah yakin akan bisa berjalan lagi, dan ternyata memang bisa. Sekarang aku akan berlari lebih cepat daripada siapapun." Dan itupun berhasil dilakukannya.

Ia menjadi pelari yang tangguh untuk jarak satu mil, dan pada tahun 1936 mencatat prestasi 4:06 menit yang merupakan rekor dunia untuk waktu itu. Ia menerima penghormatan sebagai atlet luar biasa abad ini di Madison Square Garden.
(source: A Cup of The Chicken Soup for The Soul by Jeff Yalden)

kakinya yang cacat, ukuran kedua kakinya tidak seimbang/sama satu sama lain.

Lihat?? Menarik bukan? Tentu saja! ^^ Seorang yang telah di vonis oleh dokter bahwa ia tidak akan bisa berjalan lagi, sebaliknya ia membuktikan bahwa ia bisa berjalan, bahkan berlari mengalahkan pelari normal lainnya. Begitu heran kerja Tuhan yang mempesonakan bagi kita semua.
Bagaimana dengan Anda sendiri? Mungkin kita pernah divonis oleh orang lain akan sesuatu hal yang tidak mengenakkan bagi kita. Abaikan itu. Tuhan punya rencana bagi kita. Ketika kita punya iman dan senantias mengandalkan Tuhan, tidak ada yang mustahil yang dapat kita kerjakan di dalam Yesus :)
Kau mungkin saja kecewa jika percobaanmu gagal, tetapi kau pasti takkan berhasil jika tidak mencoba (Beverly Sills)

Saturday, March 2, 2013

Hiduplah Seperti Orang Arif

Menjadi seorang arif bukanlah hal yang mudah, tetapi menjadi seorang yang arif membawa kita pada kedamaian. Ketika kita ingin mencapai tujuan hidup kita, sifat "arif" menjadi syarat mutlak. Saya mengutip artikel dari buku "7 Wonders of Sources" yang ditulis oleh salah satu motivator terkenal, Pak Roy Untu, Amd., S.Th., CBC yang mengungkapkan 7 keajaiban potensi yang ada dalam diri setiap orang, termasuk saya dan Anda. :)



Pada saatnya, setiap manusia akan mempertanggungjawabkan hidupnya di hadapan Tuhan selama manusia berada di dalam dunia ini. Semua yang kita kerjakan dan lakukan, semuanya itu telah tercatat dalam buku/kitab kehidupan (book of destiny) dalam kedaulatan Tuhan. Penulis besar Paulus berkata, "Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat."

Maksimalkan waktu yang ada, rebutlah kesempatan yang hilang, tebuslah waktu-waktu yang sudah berlalu dengan waktu yang lebih baik, semuanya harus ada pertanggungjawaban. Tuhan mempercayakan kepada manusia semua milikNya untuk dikelola dan dikembangkan.

Semuanya tertulis dalam kitab kehidupan, ungkapan ini disampaikan oleh Raja Daud, "Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepadaMu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindungi bagiMu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mataMu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitabMu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun daripadanya."

Segala hal mengenai tujuan hidup, kemaksimalan, saya istilahkan dengan sebutan produktivitas dalam pencapaian maupun kegagalan semua tercatat dalam kitab ini, dengan kata lain kitab tersebut adalah kitab yang memuat perjalanan kesuksesan hidup Anda, atau perjalanan ketidakmaksimalan proses hidup yang Anda jalani.

Tuhan tidak menciptakan kita untuk kehidupan yang gagal tetapi kegagalan diizinkan oleh Tuhan untuk memurnikan potensi dalam hidup kita untuk mencapai masa depan yang lebih baik.

Keyakinan yang benar akan menghasilkan kehidupan yang benar.

(Source: 7 Wonders of Sources by Roy Untu, 2012)

Tertulis di Dalam Kartu Itu


Di dalam kartu ini kau akan menemukan sebagian dari hatiku.
Aku ingin kau tahu bahwa ketika tidak bersamamu, aku merasa terbelah.
Aku telah menemukan penghiburan dan damai di dalam pelukanmu, di dalam mencintaimu selama setahun terakhir. 
Aku tidak sedih dan hatiku bahagia mengetahui bahwa akhir sudah mendekat. 
Separuh hatiku adalah milikku.
Separuhnya lagi adalah milikmu. 
Dan ketika tiba waktunya bagiku untuk mengucapkan selamat berpisah, ingatlah bahwa kata-kata ini benar. 
Bersama-sama, kedua bagian ini saling cocok, seperti kita, dengan cinta yang tidak akan hancur. 
Persahabatan dan kepercayaan yang telah kau berikan padaku seperti harta emas. 
Karena bersamamu, aku mempunyai alasan untuk hidup ketika mereka mengatakan bahwa aku akan mati. 
Sekarang dan selamanya aku akan selalu bersamamu, karena aku sudah siap untuk terbang. 
Jangan sedih atau marah ketika tiba waktunya bagimu untuk melanjutkan tanpa aku. 
Ingatlah akan cinta kita, berpeganglah pada kenangan kita, dan ketahuilah bahwa kau kuat. 
Hari ini aku tidak dapat menjanjikanmu hidup yang abadi. 
Tetapi bersamamu aku tidak sendirian. 
Dan setelah aku pergi, separuh hati yang aku kenakan, akan menemukan jalan pulangnya. 
Aku akan menunggumu selama yang diperlukan untuk menyambutmu ketika waktunya tiba. 
Dan selamanya aku tahu bahwa kau memiliki separuh hatiku pada hari ini, ketika kau menjadi milikku.

Stathis

Source: Chicken Soup for  the Soul: Love Stories

Friday, March 1, 2013

Mawar Biru

Sekian tahun lamanya aku selalu terlibat lagi dalam percintaan dengan pria yang selanjutnya ternyata tidak bisa atau tidak mau melibatkan diri secara resmi. Setiap hubungan itu penuh dengan siksaan batin bagiku. Aku ingin menikah. Karenanya aku berkeyakinan bahwa aku harus melakukan sesuatu yang sama sekali berbeda daripada yang kuperbuat selama itu.

Pada suatu hari aku memutuskan berdoa. "Tuhan, aku tidak tahu cara memilih teman hidup yang tepat - jadi tolonglah aku, tolong pilihkan kekasih yang benar bagiku, dan persiapkan kami untuk perjumpaan yang akan terjadi. Dan Tuhan, agar aku tahu pasti siapa yang telah Kau pilihkan bagiku, hendaknya ia memberikan mawar biru kepadaku - dalam bentuk apa pun."



Setelah itu, selama lima bulan setiap hari aku meyakinkan diri sendiri bahwa Kekasih Ilahi akan datang, dan bahwa kami akan saling mengenali pada saat yang tepat.

Dari hari ke hari, aku semakin melepaskan kontrol dan membuka diri terhadap kasih sayang Tuhan. Dan setiap hari pula aku memasang mata, mencari-cari tanda mawar biru.

Dua belas hari setelah meninggalkan pacarku yang berwatak kasar, aku menghadiri makan siang dalam rangka acara networking. Alan Cohen, penceramah acara itu, berbicara tentang kekuatan yang ada pada diri kita semua untuk melimpahkan berkat kepada orang lain. Perasaanku sangat tergugah ketika ia mengajak semua yang hadir untuk saling memberkati, sehingga akulah yang paling dulu berdiri. Lebih dari seratus orang disekelilingku bergegas mencari pasangan pemberkatan.

Tiba-tiba hanya keheningan yang ada bagiku. Di depanku berdiri seorang pemuda bermata biru. Kami saling memegang tangan dan saling menatap. Sesuai yang diajarkan sebelumnya oleh Alan Cohen, aku bertanya, "Maukah Anda memberkati saya?" Selama beberapa menit pemuda itu melimpahkan cinta kasih dan berkat setulus-tulusnya kepadaku. Kemudian ia ganti bertanya, "Maukah Anda memberkati saya?" dan aku pun melimpahkan berkat balasan. Selain itu kami tidak mengatakan apa-apa lagi.



Latihan pemberkatan selesai dan kami kembali ke tempat duduk masing-masing. Aku dalam keadaan terpana. Beberapa menit kemudian pemuda itu datang lagi dan memperkenalkan diri. Namanya David Rose. Begitu mendengar namanya, aku langsung tahu bahwa Tuhan telah memberikan mawar yang kumohonkan pada-Nya. Rose-mawar dengan bola matanya yang biru.

Setahun setelah itu kami menikah.



Source: Brenda Rose - A Cup of Chicken Soup for the Soul